BESARAN

Apa yang anda rasakan ketika mendengar kata itu, menggigil, panas, dingin, sejuk, menyegarkan(emangnya air), atau sangat mengerikan sehingga ban sepeda anda pecah(Lho apa hubungannya, wah berlebihan nih...). sebenarnya memang tidak ada hubungannya tetapi jika di hubungkan ya bisa-bisa aja kita sambungkan dengan kabel listrik, lihat saja hasilnya. Paling tidak anda hanya akan tersetrum, atau rambut kita akan berdiri.

Baiklah sudah cukup main-mainnya, nah sekrang kita ke materi saja kalo begitu. Besaran adalah kata-kata yang sering kita dengar di toko baju saat banyak orang mencoba baju dan berkata “Baju ini kebesaran, ada ukuran yang lebih kecil ngak?”(ha..ha.. ketaga, eh ketawa dong biar ngak seteres-stres amat belajar fisika) anda yang membaca tulisan ini pasti geram dan tidak ingin membaca sampai selesai, karena openingnya saja ngak jelas ini sebenernya mau kemateri atau sebenarnya tulisan ini cuma bercanda aja.

Okelah supaya kamu-kamu semua ngak marah and niggalin tulisan ini. Nih aku kasih permen, eh..materi.
Besaran(menurut sumber yang terpercaya) adalah semua hal yang bisa diukur dan dinyatakan dalam angka. Misalnya saja panjang, kecepatan, massa, waktu, suhu, dll. Untuk mengukur besaran kita harus menggunakan satuan. Sebelum itu kita harus tahu mengenai apa itu mengukur. Mengukur membandingkan suatu hal dengan hal lainnya. Misalnya saja supaya kalian ngak bingung dengan bahasa yang digunakan, kita ambil contoh kita mengukur tinggi sebuah meja dengan jengkalan tangan kita sehingga kita dapatkan misalnya 4 jengkal anda, di sini kita membandingkan tinggi meja dengan panjang jengkal anda sehingga di dapatkan 4 jengkal. Lalu jika kita mengukur tinggi meja yang sama dengan meteran kita dapatkan misalnya nilainya 60 cm. Di sini kita juga masih membandingkan tinggi meja dengan panjang satu meter.

Di saat inilah kita memerlukan suatu satuan untuk mengukur suatu besaran. Contohnya m(meter), Kg(Kilogram), s(second atau detik), dll, de es be, de es jeruk, dan de es teler(he..he..he..). Satuan itu harus merupakan suatu standar yang di gunakan oleh semua orang yang berlaku secara universal, sehingga satu meter di Indonesia dan satu meter di Singapura itu panjangnya sama. Akan tetapi anda harus bertanya pada oarng yang benar, jangan pada kucing, atau cacing, karena pastinya anda tidak akan dijawab. Beda lagi kalo anda bisa bahasa internasional mereka, munkin anda akan di beri suatu jawaban.

Siapa yang membuat suatu satuan? Ada yang bisa menjawab, silahkan kirimkan jawaban anda ke nomor kosong-delapan-satu-kosong-kosong-penuh-penuh. Atau kirimkan jawaban ini melalui telepati ke pikiran saya. Dari pesan yang sudah saya terima, satuan yang di gunakan secara internasional atau SI(Satuan Internasional) diatur oleh badan internasional yaitu Internasional Bureau of Weights and Measures di Paris, Perancis. Akan tetapi anda juga bisa membuat satuan sendiri yang tentunya hanya anda sendiri yang bisa menentukan seperti satuan untuk nasi satu piring, air satu gelas, dll. Yang tentunya akan bervariasi menurut pribadi masing-masing.

Ada sedikit oleh-oleh, yang tadi terlupa di awal. Besaran terdiri dari besaran pokok, dan besaran tutunan. Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan oleh badan yang berwenang yaitu panjang, waktu, dan yang lainnya ayng bisa kalain jumpai di buku fisika, atau bisa kalian tanyakan pada guru fisika kalian. Lalu jangan lupa besaran turunan yang merupakan turunan dari besaran pokok seperti halnya kecepatan yang merupakan turunan dari besaran pokok panjang, dan lain-lainnya.

Oke sampai disini dulu. Sampai ketemu di postingan lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Neraca Ohaus

Stopwatch dan Ticker Timer

Contoh Proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa)