Sabtu, 17 April 2010

Gaya Angkat Pesawat Terbang

Pesawat terbang dapat naik atau turun krena pengaruh gaya dari sayap pesawat. Jika pesawat akan naik, gaya angkat pesawat dibuat lebih besar dari pada berat pesawat. Sebaliknya, jika posisi pesawat akan diturunkan , misalnya saat pesawat akan mendarat, gaya angkat pada pesawat akan dikurangi secara perlahan-lahan.
Pesawat terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yang melalui sayap pesawat tersebut, berbeda dengan roket yang terangkat ke atas karena aksi-reaksi antara gas yang disemburkan roket dengan roket itu sendiri. Roket menyemburkan gas ke belakang (ke bawah), sebagai reaksinya gas mendorong roket ke atas. Jadi roket tetap dapat terangkat ke atas meskipun tidak ada udara, pesawat terbang tidak dapat terangkat jika tidak ada udara. Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dari pada bagian depan, dan sisi bagian atas yang lebih melengkung dari pada sisi bagian bawahnya. Gambar di bawah adalah bentuk penampang sayap yang disebut dengan aerofoil.
Arus pada sisi bagian atas lebih rapat daripada sisi bagian bawahnya, yang berarti laju aliran udara pada sisi bagian atas pesawat (v2) lebih besar daripada sisi bagian bawah sayap (v1). Sesuai dengan asas Bernoulli.
Tekanan pada sisi bagian atas pesawat (p2) lebih kecil daripada sisi bagian bawah pesawat (p1) karena laju udara lebih besar. Beda tekanan p1 – p2 menghasilkan gaya angkat sebesar:, dengan A merupakan luas penampang total sayap jika nilai p1 – p2 dari persamaan gaya angkat diperoleh , , dengan ρ adalah massa jenis udara.
Pesawat dapat terangkat keatas jika gaya angkat lebih besar daripada berat pesawat, jadi apakah suatu pesawat dapat atau tidak tergantung pada berat pesawat, kelajuan pesawat dan ukuran sayapnya. Makin besar kecepatan pesawat, makin kecepatan udara dan ini berarti bertambah besar sehingga gaya angkat Jika pesawat telah berada pada ketinggian tertentu dan pilot ingin mempertahankan ketinggiannya (melayang di udara), maka kelajuan pesawat harus diatur sedemikian rupa sehingga gaya angkat sama dengan berat pesawat .
Pesawat terbang dapat terangkat keatas jika gaya angkat lebih besar daripada berat pesawat.
F1 - F2 .> W pesawat
F1 - F2 .> m g
Untuk mempertahankan ketinggian pesawat , maka kelajuan pesawat perlu diatur sehingga gaya angkat pesawat sama dengan berat pesawat
F1 - F2 .= W pesawat
F1 - F2 .= m g

Created by : Mustofa Abi Hamid ; Physics Education ’09 Lampung University
CP : 0857 6837 3366
E-mail : abi.sma4@gmail.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar