Sabtu, 19 Juni 2010

Liquid Crystal Display ( LCD )

LCD proyektor merupakan sebuah perangkat yang mudah rusak, sehingga diperlukan perawatan dan penggunaan yang tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan, tetapi harus dengan prosedur yang telah direkomendasikan oleh produsen LCD Proyektor tersebut.
Sebelum muncul LCD Proyektor, ada OHP yaitu perangkat alat bantu yang digunakan untuk media presentasi dengan kelebihan mampu menampilkan gambar dengan ukuran besar. Seiring dengan perkembangan zaman,OHP berkembang menjadi LCD Proyektor sebagai perangkat presentasi digital dengan kelebihan mampu menampilkan kualitas gambar yang sangat baik dan bisa digunakan di berbagai media elektronik. Saat ini LCD Proyektor semakin berkembang dengan berbagai teknologi yang diselipkan didalamnya. Teknologi Image Engine diantaranya LCD,CRT,LDP dan LCOS, dengan kualitas image yang terbaik LCD. Sedangkan resolusi/ketajaman image diantaranya SVGA,XVGA,SXGA dan UXGA, dengan resolusi yang tinggi SVGA. Brightness (pencahayaan) dengan ukuran ANSI Lumens, semakin besar ANSI Lumens semakin baik. Untuk koneksi juga mempengaruhi kualitas gambar diantaranya koneksi VGA, RGB,RCA,S-Video,DVI. Semakin lengkap jenis koneksi, semakin tinggi kualitas image. Dari segi bentuk, bentuk LCD Proyektor juga semakin menarik, efisien dan praktis.

Pengertian LCD Proyektor

Liquid Crystal Display (LCD) Proyektor adalah perangkat alat bantu yang sering digunakan untuk media presentasi, karena mampu menampilkan gambar atau bahan presentasi dengan ukuran besar sehingga lebih mudah dilihat.


LCD Proyektor dapat bekerja dengan silengkapi peralatan tambahan, yaitu :
1. Kabel data.
Digunakan untuk menghubungkan antara LCD Proyektor dengan komputer. Dua jenis kabel data yang sering digunakan dalam LCD Proyektor yaitu : USB (Universal Serial Bus) atau Parallel.
2. Power Supply.
Berguna untuk menghubungkan LCD Proyektor dengan sumber listrik. Terdiri dari adaptor dan kabel penghubung tegangan ke LCD Proyektor.

Istilah teknis dalam LCD Proyektor :
1. ANSI Lumens
2. Resolutions
3. Digital Light Processing (DLP)
4. Liquid Crystal Display (LCD)
5. Liquid Crystal on Silicon (LCOS)
6. Aspect Ratio
7. Contrast Ratio
8. Lens shift
9. Keystone

Bagian-bagian LCD Proyektor
Bagian-bagian LCD Proyektor secara umum. Dalam hal ini memakai LCD proyektor BenQ 510MP
1. Power swich
2. Key pad
3. Security lock
4. Zoom ring
5. Focus ring
6. Computer and video conector.

• Bagian Belakang LCD proyektor BenQ 510MP, terdiri dari :
1. Rear Adjuster foot
2. AC power cord inlet
3. Kensongton anti-thet lock slot
4. IR romote sensor
5. RS232 control port
6. USB socket
7. RGB (PC) component video
8. RGB signal ouput socket
9. Video socket
10. Audio Socket.
11. Speaker.

• Kontrol Luar, terdiri dari :
1. Power On/Off
2. Blank mematikan display
3. Mode tombol cepat mengatur display
4. Source memilih input signal RGB, component video,S-Video
5. Auto, mengatur display terbaik yang ditampilkan proyektor
6. Lampu indikator light, menunjukkan lampu berfungsi baik atau tidak
7. Temperatur warning light, menunjuk kan suhu dalam proyektor
8. Power indokator light, menunjukkan proyektor sedang beroperasi
9. Kiri mengatur koreksi keystone.
10. Kanan mengatur koreksi keystone.
11. Menu menghidupkan OSD ( on screen display).
12. Exit keluar dari menu.
13. Focus ring mengatur focus.
14. Zoom ring mengatur zoom untuk memperbesar atau memperkecil gambar.

• Remote Kontrol, terdiri dari :
1. Power On/Off
2. Freeze, mematikan display pada gambar terakhir disimpan.
3. Up, Down,Left, Right.
4. Tombol pengatur pada saat setting menu.
5. Menu, menghidupkan OSD (On Screen Display).
6. Keystone, mengatur secara manual proporsi display.
7. Page up,down, melanjutkan ke halaman berikut atau kembali saat menggunakan untuk prensentasi.
8. Auto, untuk mengatur display terbaik yang bisa ditampilkan proyektor.
9. Source, untuk memilih input signal RGB,Component Video, S-Video.
10. Blank, mematikan display, sehingga muncul warna hitam di layar.
11. Mode, tombol operasi cepat untuk pengaturan display.

Kabel AC Adapter dan Kabel USB.
LCD dapat disambungkan dengan peralatan antara lain :
1. Kabel USB.
2. Nirkabel ( Wi -Fi).
3. Touch Screen.
Sistem DLP menggunakan semikonduktor bernama Digital Mirror Device (DMD), yang terdiri dari ribuan cermin mikro di dalamnya. Cermin-cermin ini akan menarik sumber gambar ke dalam piranti sistem. Di dalam peranti sistem, obyek tersebut dibuat ulang secara digital, baru kemudian diproyeksikan ke layar dan secara teknologi yang memungkinkan cahaya yang dihasilkan lebih efisien, dengan daya listrik yang sama, sorotan proyektor LCD lebih terang.

Koneksi LCD ke komputer
Petunjuk Pengoperasian LCD proyektor BenQ 510MP
1. Hubungkan proyektor dengan listrik mengunakan kabel power, apabila lampu indikator power menyala orange, berarti proyektor siap dipakai.
2. Buka tutup lensa.
3. Tekan tombol power sekitar 2 detik (di panel proyektor atau remote), tunggu sampai indikator berwarna hijau dan display tampil penuh selama 10 – 30 detik.
4. Nyalakan semua peralatan yang menjadi input (CPU, Notebook, video player dll).
5. Tekan source (input) untuk memilih input yang akan didisplaykan atau automatic source dalam kondisi “On”, silahkan menunggu 5 – 10 detik untuk pencarian input terdekat.
Port LCD dihubungkan ke PC atau notebook melalui kabel USB , begitu juga kabel VGA dan kabel audio
LCD Proyektor dapat dihubungkan dengan monitor komputer melalui VGA kabel Port Video dan audio dalam LCD dapat dihubungkan vga adapter kabel dan kabel audio ke komputer.


Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam mengkoneksikan LCD ke komputer
1. Jangan membuka chasing proyektor, karena di dalamnya ada komponen yang tidak boleh diservice selain service center resmi.
2. Sebelum menggunakan proyektor sebaiknya membaca buku petunjuk penggunaan terlebih dahulu.
3. Jangan melihat secara langsung lensa proyektor saat kondisi hidup, karena akan membahayakan bagi mata.
4. Jangan menganalisis dan menyimpulkan serta melakukan perbaikan sendiri.
5. Selalu membuka penutup lensa saat proyektor dalam kondisi hidup.
6. Sebaiknya menggunakan stabilizer atau UPS untuk menghindari kerusakan.
7. Jangan menggunakan lampu yang sudah lewat umur pakainya, karena akan mengakibatkan ledakan dan kerusakan bagian lain.
8. Jangan pernah melepas lampu dan semua komponen yang ada saat listrik masih terhubung dengan proyektor.
9. Jangan meletakkan proyektor di tempat yang tidak stabil, karena akan jatuh atau rusak.
10. Jangan menutup lubang ventilasi dengan peralatan yang akan menghalangi proses pendinginan.
11.Jangan menggunakan pengatur keystone bagian depan lebih dari 10 derajat dan bagian belakang lebih dari 15 derajat.
12. Jangan meletakkan proyektor dalam posisi vertikal (berdiri).
13. Jangan meletakkan peralatan lain diatas proyektor.
14. Jangan menutup lensa dengan bahan yang mudah terbakar saat proyektor hidup.
15. Jangan meletakkan cairan didekat proyektor maupun listrik.
16. Gunakan celling mount/bracket untuk instalasi diatas plafon.

Perawatan LCD proyektor
Agar proyektor tetap berfungsi dengan baik, lakukan perawatan sebagai berikut :
1. Bersihkan lensa dengan menggunakan lens cleaning paper.
2. Bersihkan bodi proyektor menggunakan kain lembut yang bersih, khusus untuk debu yang membandel gunakan cairan pembersih khusus pada kain lap.
3. Menyimpan proyektor sebaiknya pada tempat yang kering dan tidak terlalu lembab, lebih disarankan disimpan didalam tas aslinya.
4. Membawa proyektor lengkap dengan tasnya ketika dipindahkan ke tempat yang jauh.
5. Selalu memperhatikan informasi lampu di setting >information > lamp time hours untuk mempersiapkan penggantian lampu.

Yang harus diperhatikan untuk memilih LCD Proyektor :
1. Harga yang kompetitif (murah) dengan melihat pencahayaan dan reolusi.
2. Mutu gambar dan kontras yang tinggi.
3. Ukuran dan berat proyektor.
4. Format video yang mendukung semua proyektor.
5. Kedalaman ANSI Lumens berkisar 2000 – 25000.
6. Purna jual dan garansi proyektor.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memilih LCD Proyektor :
1. Teknologi Image Engine diantaranya LCD,CRT,LDP dan LCOS, pilihlah LCD.
2. Resolusi SVGA,XVGA,SXGA dan UXGA, pilih resolusi yang tinggi SVGA.
3. Brightness (pencahayaan) dengan ukuran ANSI Lumens, pilih dengan ANSI Lumens yang lebih besar.
4. Koneksi mempengaruhi kualitas gambar VGA, RGB,RCA,S-Video,DVI, pilih yang paling lengkap.
5. Ukuran (besar kecil) LCD proyektor, pilih ukuran yang kecil.

Perhatikan cerita berikut ini.
Abi adalah seorang marketing eksekutif sebuah perusahaan komunikasi swasta. Pada sebuah presentasi, ia membawa sebuah tas yang sangat kecil yang ternyata berisi sebuah proyektor. Dan dalam melakukan presentasinya ia tidak lagi membawa komputer. Melainkan hanya dengan sebuah PDA yang terhubung menggunakan USB, presentasi pun berjalan dengan lancar.

Lain Abi lain pula halnya dengan Fajar. Untuk dapat memuaskan salah satu hobinya menonton film, Fajar membangun home entertainment di rumahnya dengan menggunakan proyektor. Menurutnya memasang sebuah proyektor lebih memuaskan dari pada hanya menggunakan televisi biasa. Selain ukuran, dari segi biaya ternyata proyektor lebih murah (untuk ukuran yang sama).

Meskipun keduanya menggunakan alat yang sama yaitu proyektor, namun proyektor keduanya memiliki beberapa perbedaan. Salah satu yang sangat terlihat adalah ukuran. Proyektor Fajar lebih besar ketimbang proyektor Abi. Sedangkan untuk perbedaan lain yang tidak terlihat masih banyak lagi, Mulai dari resolusi, cahaya, sampai teknologinya pun juga berbeda.

Hal yang dapat menjadi catatan bahwa untuk membeli sebuah proyektor, maka tujuan akhir dari proyektor tersebutlah yang akan menentukan jenis/macam proyektor seperti apa yang akan dibeli. Tentu saja di samping budget yang dimiliki.
Berbicara tentang budget, sebenarnya apa saja yang menjadi parameter sebuah proyektor? Dan bagaimana memilih proyektor dengan tepat, sesuai kebutuhan.

Teknologi
Salah satu yang dapat menjadi bahan pertimbangan pertama adalah teknologi yang digunakan. Setiap proyektor memiliki karakteristik berbeda-beda bila ditinjau dari teknologinya. Teknologi yang dimaksud di sini adalah teknologi pada Image Engine atau disebut juga Light Engine. Ada beberapa sistem Light Engine, yang banyak dikenal saat ini adalah CRT, DLP, LCD, dan yang terbaru adalah LCOS.
Light Engine adalah bagian yang memproyeksikan gambar. Dalam memproyeksikan gambar, Light Engine mendapatkan bahan berupa sinyal analog dari perangkat video decoder pada sebuah proyektor.

Dan bagaimana sebuah proyektor menampilkan gambarnya tersebut sudah membagi proyektor dalam dua jenis yang berbeda. Yang pertama adalah Rear Projector lalu yang kedua adalah Front Projector. Jika Rear Projector, berarti proyektor berada di belakang gambar sedangkan pada Front Projector sebaliknya yaitu proyektor berada di depan gambar.

Untuk Front Projector, mungkin sudah tidak asing lagi. Bentuknya sudah sangat umum, lain halnya dengan Rear Projector yang berbentuk seperti TV. Rear Projector sangat umum digunakan untuk di rumah. Selain karena bentuk fisiknya yang besar dan berat, kemampuan proyektor ini dalam mengakomodasi banyaknya penyimak sangat terbatas. Sebab proyektor dan layar telah di satukan dengan ukuran yang tidak mungkin di-upgrade.

Beda halnya dengan Front Projector. Pada Front Projector, proyektor dan layar tidak menyatu. Sehingga dapat diatur baik letak dan posisinya dengan lebih mudah. Selain itu, dalam mengakomodasi ruang dan penyimak yang lebih banyak Front Projector lebih leluasa. Tidak hanya layar yang dapat diperbesar, tapi juga proyektornya dapat diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan.
Sistem yang dimiliki oleh Rear Projector dalam menampilkan gambar tidak berbeda jauh dengan Front Projector. Keduanya memiliki komponen dasar yang sama, yaitu Video Decode dan Light Engine. Namun dalam menampilkan gambarnya, Rear Projector menggunakan satu lensa tambahan yang berfungsi memantulkan sekaligus memperbesar gambar.

• LCD
LCD disebut juga teknologi transmisive, yakni meneruskan cahaya. Sebab cahaya yang masuk pada LCD setelah melalui proses penyaringan menggunakan cermin Dichroic akan diteruskan secara langsung ke layar proyektor.
Cermin Dichroic atau disebut juga Dichroic Mirror memisahkan warna menurut gelombangnya. Ada tiga warna dasar yang dihasilkan oleh cermin tersebut yaitu merah, biru, dan hijau. Ketiga warna ini dihasilkan dengan tiga cermin yang masing-masing menyaring warna berbeda.

Teknologi LCD sudah dianggap cukup stabil dan biaya panelnya pun cukup rendah, sehingga memungkinkan menggunakan tiga panel LCD (RGB) sekaligus dalam satu proyektor. Hal ini membuat gambar yang dihasilkan proyektor memiliki warna yang cukup bagus. Begitu pula halnya dengan cahaya yang sudah sangat baik. Sayangnya, sistem transmisive telah membuat timbulnya artefak pada gambar sehingga membuat gambar seperti terkotak-kotak. Dan dikarenakan pada proyektor LCD polarisasi gambar tidak terjadi 100%, maka contrast ratio LCD lebih rendah dari DLP. Di samping itu, daya tahan LCD terhadap panas juga tidak mampu terlalu lama. Berbeda dengan DLP yang dapat bertahan sangat lama.

Resolusi.
Parameter lain yang juga perlu diperhatikan adalah resolusi. Semakin baik resolusi memang akan menghasilkan gambar yang semakin baik juga. Namun berkaitan dengan resolusi, tidak semua aplikasi membutuhkan resolusi yang tinggi. Ada baiknya jika pemilihan resolusi disesuaikan dengan kebutuhan. Sebab biar bagaimanapun, semakin tinggi resolusi sebuah proyektor, harga proyektor tersebut pun akan semakin mahal.
Biasanya, resolusi pada proyektor diwakilkan dengan sebutan-sebutan seperti SVGA, XGA, SXGA, dan UXGA.
• SVGA
Yang dimaksud dengan SVGA adalah proyektor memiliki resolusi 800×600 pixel. Resolusi ini sangat cocok untuk digunakan keperluan presentasi sederhana. Yang dimaksud dengan presentasi sederhana adalah presentasi-presentasi yang tidak menampakkan gambargambar yang kompleks hanya seputar teks, grafik, dan diagram biasa saja.
• XGA
Nilai resolusi pada proyektor XGA adalah 1024×768 pixel. Gambar yang dihasilkan oleh proyektor XGA lebih jernih dibandingkan proyektor dengan resolusi SVGA, sehingga penggunaannya dapat lebih luas. Projector XGA dapat digunakan untuk melakukan presentasi yang lebih banyak menggunakan warna dibanding presentasi dengan SVGA.
• SXGA
Bila ada presentasi yang sangat kompleks, banyak menampilkan tidak hanya grafik dan diagram saja, melainkan gambar-gambar desain seperti gambar teknik atau iklan, maka sebaiknya presenter menggunakan proyektor dengan resolusi SXGA.
Proyektor dikatakan memiliki resolusi SXGA berarti proyektor tersebut memiliki resolusi sebesar 1280×1024 pixel. Proyektor dengan resolusi tinggi ini juga cocok untuk digunakan sebagai layar pada home entertainment Anda. Karena untuk menonton sebuah film memang dibutuhkan resolusi yang tinggi. Lagipula harga sebuah TV projector lebih murah dibandingkan TV biasa dengan ukuran yang sama. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya bila Anda menggunakan proyektor ini untuk di rumah sebagai pengganti TV.
• UXGA
Proyektor dengan resolusi UXGA sampai saat ini masih sangat mahal dan jarang. Proyektor beresolusi 1600×1200 pixel ini lebih cocok digunakan oleh para profesional yang bergerak di bidang imaging untuk melakukan presentasi. Atau bagi Anda yang memang memiliki dana berlebih untuk home entertaiment.
• QXGA
Sampai saat ini, proyektor yang memiliki resolusi QXGA masih sangat jarang. Salah satunya adalah proyektor yang diproduksi oleh JVC. Proyektor tersebut menggunakan sistem LCOS dengan sebuah chip yang dinamakan D-ILA. Yang dimaksud dengan resolusi QXGA adalah proyektor beresolusi 2048×1536 pixel. Hampir tujuh kali lebih besar dari SVGA.

Brightness.
Setelah resolusi, hal lain yang dapat ikut diperhitungkan adalah nilai brightness. Nilai brightness diwakilkan oleh satuan ANSI (American National Standar Institute), yaitu Lumens. Semakin besar nilai ANSI Lumens-nya, maka akan semakin terang proyektor tersebut. Dan semakin terang sebuah proyektor, maka nilainya juga akan semakin baik. Hanya saja nilai brightness juga akan mempengaruhi harga. Semakin terang, semakin mahal proyektor tersebut. Brightness ini akan sangat berguna bila ternyata presentasi dilakukan di tempat yang tidak terlalu gelap. Sebab pada tempat yang terang, tandanya Anda membutuhkan cahaya proyektor yang lebih terang lagi.
Jangan lupa juga untuk memeriksa daya tahan lampu. Lampu proyektor tergolong mahal, tidak ada salahnya jika Anda memperkirakannya juga.

Koneksi.
Aspek lain yang tidak boleh luput adalah koneksi pada proyektor yang Anda beli Ketersediaan koneksi harus disesuaikan dengan kebutuhan. Agar apa yang akan Anda lakukan dengan proyektor tersebut tercapai. Koneksi ini juga dapat mempengaruhi kualitas gambar yang Anda lihat. Berikut adalah koneksi yang dapat Anda periksa:
• VGA: ini adalah koneksi video yang akan menghubungkan proyektor dengan komputer, baik PC maupun notebook. Koneksi ini sangat wajib tersedia pada proyektor yang memang digunakan untuk presentasi melalui komputer.
• RGB Cable: Bentuknya menyerupai BNC, namun warna masing-masing jack adalah RGB dan putih. Koneksi RGB biasanya untuk dikoneksikan ke komputer yang idak menggunakan koneksi VGA. RGB kabel ada tiga macam. Yang pertama RGBHV yang memiliki lima jack, yaitu merah, hijau, biru, horizontal, dan vertikal.
• Ada juga RGBH/V dengan 4 jack, sinyal horizontalnya digabungkan dengan vertikal. Dan yang terakhir adalah 3 jack, RGB Sync on Green yang artinya sinyal sinkronusnya tidak terpisah secara horizontal/vertical melainkan digabungkan dan dibawa oleh jack yang hijau.
• RCA: Kabel RCA adalah kabel yang sudah sangat umum digunakan hampir pada semua perangkat home entertainment di rumah. Mulai dari CD/DVD player, VCR, camcorder, juga televisi. RCA ada tiga warna yang umumnya adalah merah, putih, dan kuning. Merah dan putih untuk audio dan kuning untuk video.
• BNC: Antara BNC dengan RCA hanya berbeda secara fisik, keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu membawa sinyal audio dan video dengan tiga macam sekaligus. BNC memiliki bentuk yang lebih aman. Bila Anda membeli proyektor dengan BNC, tetapi di rumah masih banyak yang menggunakan RCA, maka Anda dapat mencoloknya terlebih dahulu ke sebuah adapter.
• S-Video atau Y/C: Jika pada RCA atau BNC sinyal video hanya ditransmisikan dengan stau koneksi saja, maka dengan S-Video akan terbagi dua, yaitu luminance dan chrominance. Sinyal yang dihantarkan pun jadi lebih baik ketimbang RCA atau BNC. Biasanya koneksi ini ada pada produk-produk kelas atas.
• Component: koneksi ini selangkah lebih maju lagi dari S-Video. Karena dibandingkan hanya dua, Component membagi sinyal Video menjadi tiga yaitu Y, Cr, Cb atau Y, Pb, Pr. Namun untuk pemakai komputer, mungkin agak membingungkan sebab masing-masing kabel akan ditandai dengan warna-warna RGB (Merah, Hijau, Biru). Meskipun demikian, bila pada komputer bentuk jack-nya seperti BNC, sebaliknya Component bentuk jack-nya seperti RCA. Component biasanya tersedia pada DVD player High End atau pada tuner HDTV.
• DVI: Koneksi ini belum banyak tersedia di pasaran mengingat DVI belum memiliki standar yang umum. Sehingga setiap produsen memiliki standarnya sendiri-sendiri.

Ukuran.
Ukuran juga ikut mempengaruhi pilihan. Bila Anda termasuk seorang pebisnis yang banyak melakukan presentasi di mana-mana, maka ukuran yang mungil dapat menjadi pilihan. Meskipun harganya memang lebih mahal, ketimbang yang agak besar. Namun bagi Anda yang ingin memiliki Front Projector di rumah, Anda dapat mengenyampingkan ukuran sebab ukuran menjadi parameter yang kedua setelah resolusi.
Mana pilihan Anda? Tidak perlu memilih yang terbaik dari parameter yang ada, yang penting proyektor yang Anda beli sesuai dengan yang dibutuhkan. Lagi pula yang terbaik adalah yang tepat dengan kebutuhan Anda dan bukan yang termahal.

---------------------------------------------------------------------
MUSTOFA ABI HAMID
BPH Masjid Al-Wasi’i Unila
Jl.Sumantri Brojonegoro no.13 Gedung Meneng PostCode:35145
Bandar Lampung - Indonesia
Phone: (0721) 783044.
HP. : 0857.6837.3366
e-mail: abi.sma4@gmail.com
abi.unila@yahoo.co.id
website: www.mustofaabihamid.blogspot.com

1 komentar:

  1. asw, ane mau tanya neh.
    - lebih bagus SVGA atau XGA ?
    - untuk biaya penggantian lampu lebih murah LCD atau LDP ?
    syukron

    BalasHapus