Selasa, 18 Oktober 2011

Jembatan Nasional Suramadu


Perjalanan backpacker kali ini adalah menyusuri jembatan yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, Jembatan Suramadu yang terletak di Propinsi Jawa Timur. Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Jembatan Suramadu membentang sepanjang 5.438 m, sehingga jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan ini sangat indah dan bermanfaat bagi warga dari Pulau Jawa yang hendak menuju Pulau Madura dan begitu pula sebaliknya. Desain Jembatan Suramadu ini sangat indah dan unik yang  terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).
Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur.
Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge.

Konstruksi

Jembatan Suramadu pada dasarnya merupakan gabungan dari tiga jenis jembatan dengan panjang keseluruhan sepanjang 5.438 meter dengan lebar kurang lebih 30 meter. Jembatan ini menyediakan empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter. Jembatan ini juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor disetiap sisi luar jembatan sehingga pengguna sepeda motor dapat lebih nyaman tanpa terganggu oleh pengendara mobil. Dahulu berhenti sejenak di tengah jembatan ini dan menikmati keindahan panorama selat Madura masih diperbolehkan namun setelah beberapa waktu menimbulkan kemacetan lalu lintas maka bagi pengguna jembatan ini dilarang berhenti di jembatan sehingga bagi yang ingin menikmati keindahannya dengan cara memperlambat laju kendaraan, dengan begitu lalu lintas pun lancar dan wisata pun dapat dilakukan tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Jalan layang

Jalan layang atau Causeway dibangun untuk menghubungkan konstruksi jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua sisi. Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada sisi Surabaya dan 45 bentang sepanjang 1.818 meter pada sisi Madura.
Jalan layang ini menggunakan konstruksi penyangga PCI dengan panjang 40 meter tiap bentang yang disangga pondasi pipa baja berdiameter 60 cm.
Jembatan penghubung
Jembatan penghubung atau approach bridge menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan terdiri dari dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter.
Jembatan ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang 80 meter tiap bentang dengan 7 bentang tiap sisi yang ditopang pondasi penopang berdiameter 180 cm.

Jembatan utama

Jembatan utama atau main bridge terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter dan satu bentang utama sepanjang 434 meter.
Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter.
Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut. Pada bagian inilah yang menyebabkan pembangunannya menjadi sulit dan terhambat, dan juga menyebabkan biaya pembangunannya membengkak.
Pekerjaan desain dan perencanaan Jembatan Suramadu pertama kali dilaksanakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 1993. Secara umum desain awal Jembatan Suramadu saat itu menggunakan pre-stressed box girder dengan bentang maksimum 150 meter. Memasuki wilayah lebih detil, panjang jembatan direncanakan sepanjang 5.438 meter. Lebar jembatan direncanakan 2 x 10.75 meter yang terdiri atas 2 x 2 x 3,5 meter lajur kendaraan dan 2 x 2 meter lajur darurat. Ruang bebas bagi alur pelayaran yang diakomodasi oleh bentangan jembatan adalah 150 x 35 meter.

Sistem struktur jembatan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Causeway, Approach Bridge dan Main Bridge untuk mengakomodasi kebutuhan alur pelayaran di Selat Madura. Bagian Causeway menggunakan struktur atas Pre-Cast Pre-Stress U-Girder dengan bentang 35 meter, pondasi tiang pancang baja diameter 60 cm. di sisi Surabaya panjang total causeway adalah 1.400 meter, sedangkan pada sisi Madura 1.840 meter.

Struktur atas Approach brige menggunakan Cast-in-Situ Box Girder dengan bentang 70 meter. Pondasi yang digunakan adalah tiang pancang baja dengan diameter 100 cm. Jembatan utama yang direncanakan untuk mengakomodasi alur pelayaran di Selat Madura memiliki konfigurasi 110+150+110m dengan tipe struktur atas balance cantilever box girder. Pondasi jembatan utama direncanakan menggunakan tiang pancang baja dengan diameter 100 cm.

Lokasi dan Panjang Jembatan

Menilik pembangunan jembatan dengan bentang panjang, ada aspek dasar yang sangat penting, yaitu menentukan di mana lokasi jembatan tersebut akan dibangun dan berapa panjang jembatan. Proses ini sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek teknis maupun non-teknis.
hasil_review_desain_suramadu

Proyek Induk Pembangunan Jembatan Suramadu merupakan suatu proyek yang besar dan kompleks dengan segala permasalahannya, untuk mengatasi permasalahan tersebut, selain Proyek dibantu oleh tim Konsultan juga dipandang perlu adanya suatu tim pakar yang mengevaluasi masalah masalah teknis khusus dan memberikan jalan keluarnya agar pelaksanaan pembangunan Jembatan Suramadu dapat terlaksana dengan lancar, aman dan efisien.

Berikut ini adalah tim pakar Jembatan Suramadu:
No.
N A M A
I N S T I T U S I
BIDANG KEPAKARAN
1
Prof. Ir. Indrasurya B. Moctar, MSc, Phd
ITS
Rekayasa Geologi Teknik
2
Dr. Ir. Heydi Rahadian. MSc
Litbang Trans
Geoteknik
3
Prof. Dr. Ir. Gusti Putu Raka
ITS
Teknologi Beton
4
Dr. Ir. Bambang Suhendro MSc, Phd
UGM
Struktur Bangunan di Lingk.Laut
5
Dr. Ir. Jodi Firmasyah
UI
Struktur Jembatan
6
Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA
UGM
Rekayasa Jembatan
7
Prof. Said Djenie, ScD (TIM Pakar BPPT)
BPPT
T.I.R.B.B
8
Dr. Ir Johny Wahyudi Soedarsono, DEA
UI
Metalurgi
9
Dr. Ir Isdiriayani M. Nurdin
ITB
Korosi
10
Prof. Dr. Yulinah Trihadiningrum , M App Sc
ITS
Lingkungan
11
Dr. Ir Masyur Irsyam MSE, Phd
ITB
Geologi Teknik
12
Dr. Ir. Suripin, M Eng
UNDIP
Abrasi Pantai & Konservasi Lingk.
13
Dr. Dunat Indratmo, MT
ITS
Lingkungan
14
Drs. Musta'in Mas'ud Msi
UNAIR
Budaya & Antropologi
15
Prof. Dr. Ir. M. Iksan Semacen, MSc
UNJOYO
Sosial Ekonomi Pertanian
16
KH. Abdullah Schaal
TOKOH
Sosial Budaya Madura
17
Drs. KH. Nurmuddin A. Achman SH
TOKOH
Sosial Budaya Madura

Setelah menempuh perjalanan melewati Jembatan Suramadu ini sampailah di Pulau Madura tepatnya di Bangkalan. Setelah melewati pintu tol di tepi Pulau Madura ini berjejer kios-kios tradisional yang dibuat oleh masyarakat Madura sebagai tempat untuk berjualan baik berupa pernak-pernik dan oleh-oleh khas dari Madura juga menyediakan berbagai macam makanan khas sehingga wisata kuliner di tempat inipun sangat menyenangkan karena dapat menikmati masakan nusantara khususnya masakan khas Madura. Harga souvenir yang unik dan beraneka ragam ini dijual dengan harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan sehingga akan merugi jika pergi ke Pulau Madura namun tidak membeli souvenir khas yang dijual di tempat ini.
Kondisi dan kenampakan alam di tempat ini sangat indah, terik panas matahari pun tidak akan terasa karena dengan hadirnya keunikan di tempat ini.
Berikut ini bukti keceriaan dari wajah-wajah para wisatawan lokal :
Jembatan Suramadu tampak dari depan


Mustofa Abi Hamid
Physics Education ‘09
University of Lampung (Unila)

HP : 0856.6666.090
e-mail :abi.sma4@gmail.com
abi.unila@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar