Selasa, 31 Desember 2013

Perjalanan Pulang, Padang – Bandarlampung

Hello blogger, ini ceritaku, mana ceritamu?. Ini perjalanan yang pernah kami tempuh via bus NPM lewat Lintas Tengah. Kita lanjutkan yuk perjalanan Perjuanganmendapatkan beasiswa S2 BPP-DN FT UNPSetelah mengikuti tes tahap pertama yang dilaksanakan pada hari Sabtu (14/9) di Kampus Universitas Negeri Padang, aku bersama Asep tak bisa berlama-lama di Padang. Maklum, waktu itu kami berdua nebeng menginap di rumah sahabat kami, Iwan Popilaya. Terima kasih Iwan. ^^

Kami pulang dari Padang pukul 10.00 WIB pada hari Minggu (15/9), dan terpaksa naik bus dari Padang ke Bandarlampung, berhubung kehabisan ongkos untuk mem-booking tiket pesawat PDG-TKG. Jangankan untuk memesan tiket PDG-TKG yang mahal, untuk pesan tiket PDG-CGK saja uang sudah tak cukup lagi. Sebenarnya bisa saja meminta transfer dari orang tua, tapi waktu itu tak mau lagi merepotkan orang tua. Semua ongkos adalah hasil tabungan. #hmm

Satu hal lagi, hari Selasa (17/9), kami berdua sudah harus nyampe Bandarlampung, karena pukul 15.00 WIB, kami harus geladi resik wisuda. Ya benar, hari Rabu (18/9) kami wisuda periode I tahun 2013.
Kami naik bus NPM, bus AC jurusan Padang-Jakarta-Bandung. Dilihat dari namanya, sudah tentu ini perusahaan bus asli dari Sumatera Barat. NPM itu singkatan dari Naikilah Perusahaan Minang. Bus-nya besar, luas, enaklah untuk perjalanan jauh. Memang benar kata kawan-kawan Bismania.
Bus NPM

Perjalanan Padang-Bandarlampung via bus memakan waktu tempuh selama 30 jam. Kami sangat menikmati perjalanan ini, dan memang ini perjalanan jalur darat yang pertama kali kami lalui menyusuri Pulaau Sumatera dari ujung barat pulau Sumatera menuju ujung paling selatan pulau Sumatera.

Dari Padang menuju Solok, salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang terkenal dingin dan sejuk. Kami melewati jalur perbukitan yang berkelok. Jarak Kota Padang menuju Solok sekitar 54 km dapat ditempuh selama 2 jam. Lalu memasuki Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, sebelum memasuki Provinsi Jambi. Saranku, bawalah bekal makanan, snack, cemilan, air minum, karena selama perjalanan bus tidak akan berhenti, meskipun kita bisa membeli makanan yang dijual para pedagang asongan yang biasa “mangkal” di terminal, kadang makananny kurang terjamin kehigienisannya.

Dari Solok menuju Kiliranjao sampe berhenti istirahat di Gn.Medan. Disini biasanya bus AKAP akan berhenti istirahat, jika dari Padang berangkat pukul 10.00 WIB, maka akan sampai di Gn. Medan (RM. Umega) pada pukul 14.00 WIB. Disini penumpang bisa istirahat sejenak, MCK, sholat, makan, juga bisa membeli oleh-oleh karena banyak yang jualan makanan khas oleh-oleh dari ranah Minang. Tapi, saranku sebaiknya belinya di Padang saja di pusat oleh-oleh banyak tersebar di Kota Padang. Jarak Solok – Kiliranjao – Gn. Medan (RM. Umega) sejauh 138 km.
Rumah Makan Umega, Gn. Medan

Perjalanan akan dilanjutkan dari Gn. Medan ke Muara Bungo. Disini, kita akan meninggalkan ranah Minang, karena Muara Bungo sudah termasuk ke dalam Provinsi Jambi. Jarak Gn. Medan – Muara Bungo sekitar 90 km. Dari Muara Bungo menuju Bangko lalu ke Sarolangun. Disini sejauh mata memandang kami melewati perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet. Jarak Muara Bungo – Bangko – Sarolangun sekitar 265 km. Di Provinsi Jambi bus yang kami naiki ini tidak berhenti, makanya harus menyediakan stok makanan kecil / cemilan untuk ngemil di perjalanan. Hehehe :)

Dari Sarolangun kita akan dibawa meninggalkan Provinsi Jambi menuju Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan. Jarak Sarolangun – Lubuk Linggau sejauh 220 km. Disini, kita akan berhenti beristirahat di RM. Siang Malam, di Lubuk Linggau Sumatera Selatan tepat pukul 22.00 WIB. Sebenarnya, kalau makan malam jam segitu sih kemaleman pak. :|

Perjalanan kembali dilanjutkan, dan saatnya penumpang terlelap di bus setelah melahap makan malam. Perjalanan berikutnya Lubuk Linggau – Lahat – Muara Enim – Tanjung Enim sejauh 222 km. Di Tanjung Enim berhenti di sebuah masjid untuk Sholat Subuh dan mandi pagi. Tidak lama berhenti disini perjalanan lanjut ke Baturaja lalu ke Way Kanan Lampung. Jark Tanjung Enim – Baturaja 135 km. Di Way Kanan ini kami sarapan pagi, lalu mandi bagi yang belum mandi, kalo aku sih sudah mandi doong... :)

Dari Way Kanan menuju Kota Bumi, Lampung Utara. Perjalanan ini sudah tidak akan berhenti-berhenti lagi, melewati Terbanggi Besar lalu ke melewati Branti, Natar Lampung Selatan, lalu sampailah di Bandarlampung pada pukul 15.00 WIB. Di Lampung berhenti di Terminal Rajabasa, kemudian ngangkot menuju Perumahan Griya Gedung Meneng Indah Blok B4 No. 17 Bandarlampung (rumah kontrakan tercinta) dan esoknya kami geladi resik wisuda. Alhamdulillah, akhirnya aku sampai di Lampung kembali dengan Asep dan tentunya dengan selamat juga. Hehe :)

Pengalaman pertama perjalanan dari Padang – Bandarlampung melalui jalr darat lewat Lintas Tengah. Mungkin ini bisa dijadikan informasi bagi yang ingin berlibur, mudik, atau melakukan perjalanan darat ke Sumatera Barat.

Kesimpulannya:
  1. Jarak Padang - Bandarlampung sekitar 1426 km.
  2. Perjalanan memakan waktu sekitar kurang lebih 30 jam perjalanan darat.
  3.  Provinsi & Kota / daerah yang dilewati Jalur ini:  Provinsi Sumatera Barat (Sungai Rumbai, Gn.Medan, Sungai Dareh, Kiliranjao, Muara Sijunjung, Muara Kalaban, Solok, Padang),  Provinsi Jambi (Sarolangun, Bangko, Muara Bungo),  Provinsi Sumatera Selatan (Martapura, Batu Raja, Tanjung Enim, Muara Enim, Lahat, Lubuk Linggau),  Provinsi Lampung (Bakauheni, Kalianda,Tarahan, Panjang, Tj. Karang, Teluk Betung, Rajabasa, Branti, Metro, Bandar Jaya, Terbanggi Besar, Kotabumi, Bukit Kemuning)
  4. Rumah Makan yang dilewati sebagai tempat istirahat (rest area), makan, MCK, sholat, dll:  a)      RM. di Sumatera Barat: RM. Umega (Gn. Medan), RM. Family Raya (Kiliranjao), RM. Alam Raya (Sungai Rumbai). b)      RM. di Jambi: RM. Wong Kito (Sarolangun). c)      RM. di Sumatera Selatan: RM. Siang Malam (Batu Raja), RM. Fajar (Lahat), RM. Rembulan Abadi (Lahat), RM. Roda Jaya(Lubuk Linggau), RM. Pagi Sore (Lubuk Linggau), d)     RM. di Lampung: RM. Pagi Sore (Kalianda), RM. Begadang I,II,III,IV,V, RM. Gadang Jaya, RM. Jam Gadang, RM. Minang Saiyo (Kotabumi, Lampung Utara).
  5. Bus Antar Kota Antar Provinsi, yang melewati Lintas Tengah:
a)      ANS,
b)      NPM, 
c)      Family Raya Ceria(Pekanbaru-Jogya),
d)     Gumarang Jaya,
e)      ALS (Medan via Pekanbaru),
f)       PM.TOH(Medan via Pekanbaru & via Bukittingi),
g)      Medan Jaya (Medan via Pekabaru),
h)      Putra Rafflesia (Padang-Bengkulu),
i)        Bengkulu Kito(Pekanbaru-Bengkulu),
j)        SAN (Bengkulu-Pekanbaru, Bukittinggi-Bengkulu),
k)      SAMPAGUL(Medan via Bukittinggi),
l)        Rhema Abadi(Pekanbaru-Solo-Madiun),
m)    Handoyo (Dumai-pekanbaru-solo-madiun) & seluruh Bis tujuan Pekanbaru, Medan via Lintas tengah
6.      Berangkat dari Padang pukul 10.00 WIB, sampai di Bandarlampung keesokan harinya pukul 15.00 WIB (via Bus NPM).

Suatu saat nanti, aku ingin mencoba jalur lintas ini menggunakan mobil pribadi, nyetir sendiri ke Padang, berlibur ke Sumatera Barat, mengunjungi teman-teman di Sumatera Barat, dan mengunjungi kampus tercinta, Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (Unand).

Salam Bahagia dan Sejahtera,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar