Selasa, 24 Desember 2013

Perjuangan dan Kekonyolan Mendapatkan Beasiswa S2 BPP-DN FT UNP 2013

Selamat pagi blogger dan pembaca yang budiman, kali ini aku sengaja nulis pagi-pagi untuk bercerita mengenai pengalamanku selama aku disini. Disini? Dimana? Di kampus tercinta, Universitas Negeri Padang (UNP). Sebenarnya aku mau menceritakan ini sejak dulu-dulu awal pertama kali ke Padang sih, tapi ternyata belum sempat hingga akhirnya baru setelah hampir 3 bulan aku di UNP Padang ini, baru sempat berbagi dengan blogger dan pembaca sekalian.

            Sejak aku lulus ujian skripsi dan ujian komprehensif, artinya wisuda sudah di depan mata. Terbersit dalam pikiran rencana-rencana setelah wisuda, termasuk “melanjutkan studi S2”. Ya, aku sudah merencanakan untuk studi S2 dengan mendaftar beasiswa. Waktu itu masih ingat, aku menuliskan di buku impianku untuk S2 dengan mendaftar Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) maupun Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN). Namun, ternyata sayang seribu sayang, targetku lulus (wisuda) molor 3 bulan, meleset 3 bulan dari target yang sudah kutetapkan. Aku diwisuda pada tanggal 18 September 2013 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sedang-sedang saja 3,38 predikat “sangat memuaskan”. Target wisuda Maret 2013 atau Juni 2013 dengan predikat “Cumlaude” gagal, sehingga pendaftaran BPP-DN pun nyaris gagal karena pendaftaran BPP-DN 2013 itu antara bulan Mei-Juli.
Abie saat wisuda :D


             Namun, senyum kembali merekah setelah di-sms sahabatku, Asep Surahman pada Kamis malam (12/9), bahwa ada pembukaanpendaftaran beasiswa S2 BPP-DN Dikti 2013 di Universitas Negeri Padang. Tak banyak cingcong lagi, aku langsung serching di Google dan nemu link ini. Setelah rembukan ngobrol dengan Asep dan contact person panitia pendaftaran (a.n. Pak Syahril, M.Sc., Ph.D). Limit pendaftaran pada hari Jum’at (13/9) dan tes di hari Sabtu (14/9). Sangat mepet sekali. Keesokan harinya, aku janjian ketemu dengan Asep yang waktu itu masih di kampungnya di Kotabumi Lampung Utara. Di hari Jum’at itu mengurus berkas-berkas yang diperlukan untuk keperluan mendaftar di Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Ternyata, birokrasi di dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Lampung masih saja ribet dan berbelit-belit, namun alhamdulillah semua berkas cukup dan siap pergi ke Padang.

            Usai sholat Jum’at dan tak sempat makan siang, aku dan Asep harus segera berangkat ke Jakarta untuk mengejar jadwal pesawat ke Padang. Oya, kami sempat minta tolong ke teman Asep di Padang – yang gak tau itu siapa – untuk membayarkan pendaftaran via Bank Nagari (Bank BPD Sumatera Barat) supaya kami berdua mendapat nomor PIN untuk login ke menu pendaftaran online S2 FT UNP. Maklum, di Lampung tak ada Bank Nagari, jadi merepotkan uni di Padang deh. :D

Kapal Ferry Bakauheni - Merak
            Kami berangkat ke Jakarta tepat pukul 14.00 WIB naik bus jurusan Bakauheni. Malang nian, di tengah perjalanan ke pelabuhan pun terkena macet. Saat di perjalanan itu juga, kami mendapat pesan SMS berupa nomor PIN dari uni temannya Asep. Seusai sholat Maghrib di dalam kapal laut jurusan Bakauheni – Merak, kami makan malam dan lanjut login pendaftaran di website UNP.  Untuk pendaftaran di website Dirjen Dikti, kami minta bantuan Abdul Mutolib, sahabat kami yang sudah lulus beasiswa BPP-DN Dikti di Institut Pertanian Bogor. Kami kirim biodata lengkap via SMS ke nomor Abdul. Alhasil, tepat pukul 20.00 WIB, pendaftaran online telah selesai dilakukan.
Pesawat Air Bus, Citilink

            Pukul 22.00 kapal sudah berlabuh di Pelabuhan Merak, Banten. Tak berfikir panjang, kami langsung naik travel dari Pelabuhan Merak menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Tepat pukul 24.00 kami tiba di bandara, namun malang, tiket pesawat tujuan Jakarta – Padang yang berangkat pukul 01.00 dan 05.50 WIB telah sold out. Bingung dan pupus harapan waktu itu, karena seharusnya pukul 08.00 WIB harus tes di UNP Padang sedang tiket pesawat pun tak kami peroleh. Kami pun harus tidur ngemper di bandara Soekarno-Hatta. Saat jelang Subuh, aku sholat Tahajjud dan berdoa memohon pada-Nya untuk jalan terbaik. Usai sholat Subuh, langit masih gelap, mentari belum keluar dari peraduannya, aku kembali menghubungi Pak Syahril. Alhamdulillah, beliau memberikan toleransi tenggang waktu sampai pukul 16.00 WIB. Akhirnya semangat pun kembali berkobar. Kami cari tiket terpagi meski harus melalui calo bandara. Kami memperoleh tiket Citilink dengan pesawat barunya, Air Bus.
Pramugari Citilink ngeksis dulu nih :D

Pramugari Citilink

 
Mbak Pramugari yang cantik dan ramah :D

            Pukul 07.35 WIB kami boarding dari Bandara Soekarno-Hatta terbang menuju Padang. Tepat pukul 09.20 WIB kami tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Kami kemudian naik bus Damri Bandara menuju Kota Padang. Tepat pukul 11.00 WIB kami sampai di pintu gerbang kampus Universitas Negeri Padang, Jl. Prof. Hamka, Air Tawar Barat, Padang. Kami yang belum sempat mandi pagi, akhirnya mandi dan sholat Dhuha di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP. Setelah menemui panitia seleksi penerimaan mahasiswa Pascasarjana BPP-DN 2013, kami diberi toleransi tes susulan. Ya, kami melaksanakan tes potensi akademik secara susulan pada pukul 14.00 WIB berempat di gedung BK FIP UNP. Untuk tes Bahasa Inggris, kami masih tes berbarengan dengan seluruh peserta.

            Alhamdulillah, akhirnya setelah melalui perjuangan dan kekonyolan, kami dapat mengikuti tes juga. Dan ini untuk pertama kalinya, aku menginjakkan kakiku di ranah Minang, di Kota Padang Sumatera Barat.

(to be continued).

Salam bahagia sejahtera

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar