Jumat, 03 Januari 2014

Akhirnya (sampai) juga

Rabu pagi (18/9/13), kala subuh menyapa melalui lantunan adzan yang merdu mendayu-dayu, langit di Bandarlampung memperlihatkan guratan cahaya yang memancar dari balik awan hitam oleh pekatnya malam. Seusai sholat Subuh di Masjid Al-Barokah, masjid yang tak jauh dari rumah kontrakan beralamat di Perum Griya Gedung Meneng Blok B4 no. 17 Bandarlampung. Berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya, kala itu saat mata terjaga dari lelapnya tidur, sesaat setelah terbangun dari tidur, sesosok manusia yang sangat luar biasa menemaniku dan berada didekatku, membersamaiku untuk menyaksikan bahwa aku sekarang akan melaksanakan prosesi "Wisuda".

Ya, sosok manusia yang luar biasa itu adalah ibu dan bapakku. Sengaja beliau berdua datang ke rumah kontrakanku sejak kemarin sore lantaran pagi ini kan menyaksikan anaknya menjadi seorang sarjana. Ya, Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Sesuatu hal yang tak terlintas dan tak terbersit di dalam fikiranku saat dulu aku masih mengenyam bangku sekolah dasar. Kala SD dan SMP tak pernah terbayang aku akan kuliah. Titik tolak saat berada di SMA, dimana saat itu aku tahu betapa pentingnya pendidikan sehingga semangat untuk terus maju untuk terus sekolah senantiasa berkobar.

Aku teringat dulu, saat SMA prestasiku sangat menonjol di bidang fisika. Tradisi menjadi yang terbaik dan berprestasi sudah menjadi langgananku sejak SD, SMP, bahkan hingga SMA. Banyak kejuaraan dan piala perlombaan terutama bidang mata pelajaran yang berhasil aku raih kala di SD. Pun demikian di SMP, aku sangat menyukai pelajaran eksak, hingga aku sering menjuarai perlombaan terutama di bidang mata pelajaran fisika. Kala SMA pun demikian, aku masih menjuarai olimpiade fisika. Namun kala akan lulus dari SMA, pikiran berkecamuk, akan kemanakah diriku? Sanggupkah orang tuaku membiayai kuliahku? Atau aku harus berhenti kuliah lalu bekerja.

Saat itu guru dan teman-temanku yang (kembali) menyemangatiku untuk terus kuliah mengingat prestasiku juga cukup membanggakan kala itu. Akhirnya, aku memutuskan untuk kuliah tetapi yang menyediakann beasiswa. Kala itu aku mendaftar di Sekolah Tinggi Teknik Tekstil (STT Tekstil Bandung) berkat informasi dari senior (kakak kelas). Dengan bermodal nilai raport ternyata aku dinyatakan tidak lulus. Kemudian aku mencoba mengikuti tes Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN Jakarta). Lalu temanku mengajakku untuk mengikuti tes Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN), aku memilih jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lampung, pilihan kedua Teknik Elektro FT Universitas Lampung, dan ketiga Akuntansi FE Universitas Lampung. Saat pengumuman tiba aku dinyatakan tidak lulus STAN dan tidak lulus SNMPTN, diterima di pilihan pertama, Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lampung.

Alhamdulillah, saat ini aku telah menyelesaikan studi S1-ku. Dengan semangat dan kebulatan tekad, usaha dan kerja keras disertai dengan doa, aku mampu menyelesaikan studi ini. Dengan berbagai beasiswa yang aku dapatkan selama kuliah serta banyak sekali ilmu pengetahuan yang aku dapatkan di bangku kuliah maupun di organisasi yang menjadi pemantik perubahan dalam hidupku.

Aku menyelesaikan studi ini selama 3 tahun 9 bulan dengan raihan IPK yang standar, 3,38 dengan predikat "sangat memuaskan". Pada hari ini, Rabu (18/9) aku resmi menjadi Sarjana Pendidikan. Ya, resmi menjadi Mustofa Abi Hamid, S.Pd.

Terima kasih bu, bapak, yang telah menjadi spiritku untuk terus maju dan senantiasa berprestasi. Dan aku akan selalu bekerja keras meraih dan mewujudkan mimpi-mimpiku. Diantaranya, melanjutkan studi S2 dan kuliah di luar negeri. Bismillaah...

Aku dan Kedua Orangtuaku


Opin, Abie, SBM, dan Made


Mustofa Abi Hamid, S.Pd.



Pak Dekan memberikan ucapan selamat :)




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar