Senin, 06 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Obituary

Seusai sholat Maghrib berjamaah di Masjid Baitul Makmur, kala sedang berdzikir, salah seorang pengurus berdiri memegang microphone dan mengumumkan: “innalillahi wa inna ilaihi roji’un, berita duka, telah berpulang ke rahmatullah salah satu warga Perumnas Air Tawar Barat, Jl. Cendrawasih No. 29 atas nama Lena, meninggal dalam usia 24 tahun. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.”
Usia yang masih relatif muda. Namun maut tak memandang usia.
Seperti halnya jodoh dan rejeki, begitu pun dengan maut, tiga hal yang menjadi rahasia Illahi yang manusi tak mengetahui sebelumnya.

Pelajaran berharga dan kembali “diinggatkan” akan maut yang dapat menjemput kapan saja, dimana saja, kepada siap saja. Tua muda, kaya miskin, besar kecil, tinggi rendah, orang desa orang kota, orang sehat orang sakit, dll bisa saja dijemput ajalnya tanpa kita ketahui sebelumnya.

Karena Allah telah berfirman di dalam Q.S. Ali Imran: 185, bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan maut. Di ayat lain, Q.S. Yunus: 49, disebutkan bahwa jika telah sampai pada waktu (ajal) itu tiba, maka manusia tidak dapat meminta untuk ditunda atau dipercepat meski hanya sesaat.

Q.S. Ali 'Imran: 185

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari nerakadan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” (Q.S. Ali ‘Imran: 185)

Q.S. Yunus: 49

“Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa menolak mudharat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki.” Bagi setiap umat memiliki ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat  meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (Q.S. Yunus: 49).

Pelajaran mengingat maut merupakan pelajaran yang sangat berharga, bahkan Rasul pernah bersabda bahwa orang yang pandai itu adalah orang yang selalu ingat akan kematian. Mari senantiasa mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat tanpa melupakan kewajiban untuk mencari bekal hidup di dunia.

Carilah bekal untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari, dan carilah bekal untuk duniamu, seolah-olah kamu akan hidup selamanya.
Wallahu a’lam bish showwab. Semoga bermanfaat.

Salam bahagia dan sejahtera.
Regards,




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar