Jumat, 17 Januari 2014

#PrayForSinabung; Pengungsi Rindu SBY; Mari Bantu Korban Sinabung

Sudah tiga bulan lebih Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara, meletus. Sekitar 2.088 jiwa atau 8.103 keluarga mengungsi dari 34 desa dan 2 dusun, tetapi Presiden SBY—sampai Jum’at (17/1) hari ini— tak kunjung datang menjenguk mereka, malah presiden SBY hari ini dijadwalkan akan melaunching bukunya yang berjudul “Selalu Ada Pilihan” di Jakarta Convention Center (JCC) berbarengan dengan lawan politiknya, Anas Urbaningrum yang juga melaunching buku “Janji Kebangsaan Kita” di Rumah PPI Duren Sawit, Jakarta Timur di kediaman Anas Urbaningrum.

Wajar jika saat ini pengungsi Sinabung rindu kunjungan Presiden SBY mengingat pada bencana sejenis, seperti saat tragedi bencana Gunung Merapi Yogyakarta, Presiden SBY segera mengunjunginya, malah berkantor di Yogyakarta beberapa hari. Kewajaran rindunya pengungsi Sinabung pada Presiden SBY yang tidak kunjung menjenguk mereka itu kemudian bisa saja dipolitisasi orang, seperti di media sosial Twitter saat ini muncul gerakan #UnfollowedSBY atau mungkin nanti ada gerakan #ReportAsSpamSBY? Entahlah.
Awal mula kemunculan hastag #UnfollowSBY di timeline twitter

Mulai di-Retweet pengguna twitter
Respon SBY setelah dikritik di twitter

Akun twitter Presiden SBY

Namun, para pengungsi sendiri sebenarnya tak perlu terpengaruh oleh politisasi seperti itu. Nasib mereka yang dirundung bencana, buat apa repot-repot menambah derita dengan menebar kebencian politis seperti itu?

Sebaliknya, para pengungsi itu sedang membutuhkan simpati dari siapa pun juga untuk mengulurkan bantuan meringankan beban penderitaan mereka. Tidak peduli yang datang dengan bantuan itu berjaket warna apa, spanduk, bendera, atau umbul-umbul berlambang apa, atau dari partai apapun tentu mereka terima. 

Petani di lereng gunung Sinabung

Petani sedang menyemprot tanaman di sawahnya, tepat di lereng Gunung Sinabung

Warga mulai meninggalkan lokasi letusan Gunung Sinabung

Proses Evakuasi Warga

Tanpa kecuali bantuan dari posko caleg maupun parpol, seperti yang dibuka Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadan Pohan di lokasi bencana mulai kemarin untuk mengisi jadwal kampanye caleg—begitu pengakuan Pohan!" (Kompas.com, 16/1). Ada juga posko bantuan PKB yang dibuka oleh caleg-caleg DPR RI PKB dapil Sumut seperti Ahmad Hambali, Anthony Lumban Raja, dll. Caleg Hanura Sembiring Gurki, tak kalah juga caleg PKS seperti Elyas Marwan Sembiring yang langsung turun membantu pengungsi. Gubernur Sumbar, Prof. Irwan Prayitno juga ikut membantu dengan mengirimkan tim advan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk bersama-sama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bahu membahu membantu para pengungsi Sinabung.

Kondisi di salah satu tempat pengungsian 

Pengungsi Sinabung sedang makan

Kondisi pengungsian saat malam

Pengungsi berdesakan

Maksud dan apa pun motifnya orang membantu pengungsi silakan saja, yang penting bantuannya bermanfaat bagi para korban. Itu memang lebih baik daripada yang diharap dan ditunggu-tunggu malah tak kunjung datang. Apalagi mengharapkan dana APBN datang ke Sumut, miris memang, bencana Sinabung hanya mengandalkan dana bantuan APBD Pemprov Sumut dan APBD Karo serta bantuan dari sukarelawan.

Karena itu, bilamana bantuan masyarakat bisa mencukupi semua kebutuhan pokok para pengungsi, sebenarnya pejabat tinggi negara, seperti Presiden SBY, tidak perlu repot meluangkan waktunya untuk menjenguk korban bencana seperti pengungsi Sinabung.

Namun, bagaimana kepastian bantuan untuk para pengungsi itu tercukupi semua kalau si pejabat tidak melihat langsung di zaman bawahan suka melapor ABS—asal bapak senang—ini? Jadi afdhol-nya sang pemimpin datang melihat langsung penderitaan rakyatnya!

Apalagi dalam pengungsian berbilang bulan begitu, anak-anak tidak bisa sekolah hingga perlu bantuan menangani pendidikan darurat anak-anak pengungsi dengan berbagai tingkatan sekolahnya!. Untuk itu lupakan politisasi, penuhi kebutuhan pengungsi selayaknya!

Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Pak Din Syamsuddin saat mengunjungi pengungsi Sinabung

Bantuan dari PT PN

Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Sinabung

Bantuan Sosial Erupsi Gunung Sinabung

Peran media dalam meliput pemberitaan pun seolah berbeda perlakuan dengan bencana Banjir di DKI Jakarta. Namun, yang dibutuhkan saat ini adalah BANTUAN. Sisihkan rezeki untuk membantu saudara-saudara kita di Sinabung, jikalau pun belum ada rezeki, mari kita doakan mereka.

Di era kepesatan informasi saat ini, berbagai lembaga sosial dapat menyalurkan bantuan dari masyarakat. Untuk itu, bagi yang ingin membantu korban bencana Sinabung dapat menyalurkan bantuannya melalui Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, ACT forHumanity, atau melalui apapun yang dapat menyampaikan bantuan kemanusian kepada para korban.

Posko Rumah Zakat untuk Korban Erupsi Gunung Sinabung

Semoga, pemerintah segera merespon dan memberikan bantuan kepada para korban bencana Sinabung, serta masyarakat ikut bahu membahu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Sinabung. Dan jangan lupa berdoa kepada Sang Penggenggam Alam Semesta, Allah Robbul izzati.

Wallahu a’lam bish showwab.

Padang, 17 Januari 2014
Regards,


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar