Selasa, 04 Februari 2014

PMII Bandar Lampung Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang pada Pemilu 2014

Sejumlah kader Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Bandar Lampung (PC PMII Bandarlampung) dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandarlampung menggelar orasi dan penggalangan 1000 tanda tangan bagi terciptanya demokrasi terhormat dan berkualitas di Bandarlampung, Lampung, Mereka mengajak warga Lampung menolak demokrasi transaksional, demokrasi “wani piro”, demokrasi uang, demokrasi umbar janji, dan demokrasi halal-haram hantam. 

Ketua PC PMII Bandar Lampung Hendri Badra mengatakan, setelah merdeka 68 tahun, kematangan demokrasi yang diharapkan masyarakat masih sangat jauh dari harapan rakyat. “Republik ini masih terkungkung dengan kegalauan sistem demokrasi,” kata Badra.
Hendri Badra saat orasi
Elit politik dan negarawan pada era Orde Lama berasal dari kalangan terdidik dan aktivis. Sementara pada Orde Baru, kata Badra, elit politik diramaikan kalangan militer. Sedangkan saat ini, pengusaha juga turut andil dalam sistem kenegaraan. Buktinya banyak pengusaha melibatkan diri dalam partai besar selain membuat partai baru.

Dihubungi via ponsel, Sekretaris Umum PC PMII Bandarlampung, Mustofa Abi Hamid menyampaikan bahwa politik uang merupakan salah satu penyebab rusaknya tatanan demokrasi yang sehat, menodai demokrasi dan mencederai pemilu yang jujur, bersih dan adil.

Abi menambahkan bahwa politik uang jika terus berlanjut dan tak segera diputus mata rantainya, ini nantinya akan menimbulkan potensi pada tindak pidana korupsi dan makin mahalnya biaya demokrasi (high cost democracy).

Berangkat dari sejumlah pertimbangan diatas, PC PMII Bandar Lampung menggelar aksi kali ini. Aksi ini mengambil bentuk orasi berjalan dari Gedung Juang hingga Tugu Adipura. Aksi ini dilatarbelakangi temuan Bawaslu yang mengungkap bahwa Lampung masuk dalam zona merah demokrasi atau kerap disebut demokrasi 'wani piro'.

Massa PMII mengelar aksi demo di Bundaran Tugu Adipura dan long march dari Masjid Takwa yang berjarak tak jauh dari Tugu Adipura.

Koordinator aksi, Suhud Budi, mengatakan, PMII akan meminta ribuan tanda tangan dari partai politik dan masyarakat guna menggemakan tolak politik uang.  
Pengumpulan 1000 tanda tangan
“Pada saat aksi ini kita akan memberikan tanda tangan kepada parpol dan masyarakat guna menentang politik uang. Ini kami kecewa dengan parpol yang tak hadir dalam MoU penandatanganan ini,” kata Suhud.

Ia mengaku kecewa dengan pimpinan parpol untuk tidak hadir dalam aksi tanda tangan itu, meski telah diundang untuk hadir. Karena itu, PMII menilai parpol tidak serius dalam mendukung parpol dalam menentang politik uang.
Aksi PMII Bandarlampung
PC PMII Bandarlampung secara tegas menolak demokrasi “wani piro” tersebut, serta mengajak pada semua masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya dengan cara memilih calon anggota legislatif yang dianggap mampu menyuarakan kepentingan rakyat.

Aksi ini diharapkan dapat membantu menciptakan pemilu legislatif 2014 yang bersih supaya pemilihan umum kembali pada khittah-nya. Sebagai tindak lanjut dari aksi ini, PC PMII Bandar Lampung membuka posko pengaduan dugaan kecurangan pemilu di beberapa titik di Kota Bandar Lampung. Masyarakat dapat mengadukan dan melaporkan terkait caleg yang dianggap melakukan pelanggaran dalam berkampanye dengan memberikan uang atau benda apa pun yang dapat memengaruhi pilihan politik masyarakat.

Dari berbagai sumber:

Padang, 04 Februari 2014
Regards,


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar