Sabtu, 29 Mei 2010

PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA SD AL-KAUTSAR BANDAR LAMPUNG

BAB I
PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menunjang kualitas sumber daya manusia yang bermanfaat bagi lingkungan masyarakat, bangsa dan negara. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia seyogyanya sekolah dikelola oleh seorang pemimpin yang memiliki dasar-dasar dan syarat kepemimpinan, seperti pendapat tokoh pendidikan “Ki Hajar Dewantoro” sebagai berikut : “ Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani”
Seorang pemimpin bila berada di depan maka ia akan memberi contoh tauladan kepada bawahannya, jika ia berada di tengah-tengah ia harus dapat membangkitkan, memberi semangat kepada orang-orang yang ada di sekitarnya dan jika ia berada di belakang, maka pemimpin itu harus dapat mengarahkan, mendorong/memotivasi agar orang-orang tersebut lebih maju. Seorang pemimpin harus mampu memberi contoh dan mengayomi bawahannya, memotivasi dan menggerakkan agar semua komponen yang ada dapat dan mau bekerja secara optimal sesuai dengan uraian tugas yang telah diberikan dan melaksanakannya dengan ikhlas serta penuh tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Kepemimpinan Kepala Sekolah bersifat situasional, artinya suatu kepemimpinan dapat efektif untuk situasi tertentu dan kurang efektif untuk situasi yang lainnya. Contohnya dalam suatu keadaan darurat di sekolah diperlukan kepemimpinan yang otoriter sebaliknya dalam keadaan normal kepemimpinan otoriter kurang baik.
Kondisi lingkungan yang semakin komplek dan berubah dengan cepat sekarang ini, organisasi memerlukan seorang pemimpin yang selektif, yaitu pimpinan yang mampu mengarahkan dan mengembangkan aktivitas bawahan sesuai dengan fungsi dari seorang pemimpin.

1.2 Permasalahan
Seorang pemimpin, dalam hal ini seorang Kepala Sekolah, tidak akan dapat menerapkan management sekolah dengan baik dan meningkatkan mutu pendidikan dengan hasil yang optimal tanpa ada partisipasi aktif dan kerja sama yang baik dari semua pihak baik para guru maupun seluruh staf sekolah. Maka timbulah suatu pertanyaan Bagaimana penerapan manajemen berbasis sekolah di SD Al-Kautsar Bandar Lampung ?
1.3 Ruang Lingkup
Dalam penulisan makalah ini dibuatlah ruang lingkup sekolah sesuai dengan unsur-unsur yang terkait di dalam menejemen sekolah yaitu :
1. Kepala Sekolah ( Selaku Top Manajer )
2. Wakil Kepala Sekolah
3. Guru
4. Wali Kelas
5. Staf Tata Usaha
6. Pustakawan
7. Komite Sekolah

1.4 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan di SD Al-Kautsar Bandar Lampung, pada hari Rabu, tanggal 14 April 2010 melalui nara sumber yakni :
1. Kepala Sekolah SD Al-Kautsar Bandar Lampung
2. Wakil Kepala Sekolah SD Al-Kautsar
3. Beberapa Guru SD Al-Kautsar


BAB II
PEMBAHASAN



Sejarah Yayasan Al-Kautsar

Yayasan Al-Kautsar Lampung dirintis oleh Kelompok Pengajian Al-Amal di Bandar Lampung yang beranggotakan Muspida Tingkat I dan seluruh Kepala Dinas/Kanwil Tingkat I serta Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung yang beragama Islam. Pada suatu pengajian rutin bulan Maret 1991 disepakati untuk membangun suatu lembaga pendidikan dasar dan menengah yang bernafaskan Islam dan bermutu di Provinsi Lampung.

Pada bulan Mei 1991 dibentuk Panitia Persiapan Pendirian SMP dan SMA yang diberi nama “Nurul Ulum” (Cahaya Ilmu), yang kemudian menyusun proposal pendirian sekolah termasuk yayasan yang akan menaunginya dengan nama Yayasan Nurul Ulum. Pada Tahun Pelajaran 1991/1992, SLTP dan SMA Nurul Ulum sudah mulai menerima murid baru, yang untuk sementara waktu siswanya dititipkan pada SMP Negeri II dan SMA Negeri II Tanjungkarang. Pada bulan November 1991 nama Nurul Ulum, kemudian diganti dengan nama “Al-Kautsar” (Nikmat yang Berlimpah). Nama Al-Kautsar akhirnya terus dipertahankan dan sangat dikenal oleh masyarakat Lampung.

Perguruan Al-Kautsar, sebuah lembaga di bawah Yayasan Al-Kautsar yang khusus mengelola kegiatan pendidikan umum yang berwawasan Islam di Provinsi Lampung, dibentuk pada 16 Januari 1992, yang merupakan hari jadi Perguruan Al-Kautsar.

Adapun Visi dan Misi Yayasan Al-Kautsar adalah sebagai berikut :
Visi :
“Al-Kautsar Perguruan Unggul Islami Berwawasan Global”.

Misi Yayasan Perguruan Al-Kautsar :

1. Menyelenggarakan sekolah umum yang berkualitas unggul dan Islami, pada jenjang TK, SD, SMP, dan SMA, yang didukung oleh unit pendukung pendidikan lainnya;
2. Meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan kesejahteraan guru dan karyawan untuk tercapainya proses pembelajaran dan pelayanan pendidikan yang berkualitas unggul dan Islami;
3. Meningkatkan kualitas prestasi, keberhasilan, daya saing, dan akhlaqulkarimah siswa, guru, dan karyawan sebagai hasi proses pembelajaran yang berkualitas unggul dan Islami;
4. Membangun dan mengembangkan kampus Perguruan menjadi tempat yang sejuk, indah, bersih, dengan akses IT yang semakin maju (Siber-IT), dan berwawasan lingkungan, aman dan nyaman, serta islami untuk menunjang proses pembelajaran dan pelayanan pendidikan yang unggul dan Islami;
5. Membangun dan mengembangkan kelembagaan perguruan umum yang Islami, profesional, mandiri, dan berdaya saing global.

2.1. Kepala Sekolah
Dengan berjalan otonomi sekolah, maka peran seorang pimpinan dalam suatu organisasi akan semakin dominan, sehingga seorang pimpinan dituntut untuk dapat menggerakkan bawahannya agar mau dan mampu bekerja keras dalam mewujudkan tujuan organisasi, salah satunya dengan komunikasi yang efektif dan efisien. Hal ini yang diterapkan oleh pihak kepala sekolah SD Al-Kautsar Bandar Lampung.
Berkenaan dengan hal tersebut Masmuh (2008:279), mengatakan bahwa komunikasi kepemimpinan merupakan aktivitas penyampaian pesan, informasi, dan tugas (secara verbal ataupun non verbal) melalui media tertentu yang dilakukan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya dengan tujuan tertentu.

1. Peranan dan Tugas Kepala Sekolah
Kemampuan kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penentu utama pemberdayaan guru dan peningkatan mutu proses dan produk pembelajaran. Kepala sekolah adalah orang yang bertanggung jawab apakah guru dan staf sekolah dapat bekerja secara optimal. Kultur sekolah dan kultur pembelajaran juga dibangun oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam berinteraksi dengan komunitasnya (Kepala sekolah, guru, dan staf).

Besarnya tanggung jawab kepala sekolah digambarkan oleh Sergiovani, Burlingame, Coombs, dan Thurston (1987) dalam Danim (2003:197), bahwa kepala sekolah untuk jenjang dan jenis sekolah apapun, merupakan orang yang memiliki tanggung jawab utama, yaitu apakah guru dan staf dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Tugas-tugas kepala sekolah bersifat ganda, yang satu sama lain memiliki kaitan erat, baik langsung atau tidak langsung.

Tugas-tugas kepala sekolah di SD Al-Kautsar yang dimaksud adalah mengkoordinasi, mengarahkan, dan mendukung hal-hal yang berkaitan dengan tugas pokoknya yang sangat kompleks, yaitu :
1. merumuskan tujuan dan sasaran-sasaran sekolah.
2. mengevaluasi kinerja guru.
3. mengevaluasi kinerja staf sekolah.
4. menata dan menyediakan sumber-sumber organisasi sekolah.
5. membangun dan menciptakan iklim psikologis yang baik antar komunitas sekolah.
6. menjalin hubungan dan ketersentuhan kepedulian terhadap masyarakat.
7. membuat perencanaan bersama staf dan komunitas sekolah.
8. menyusun penjadwalan kerja.
9. mengatur masalah-masalah pembukuan.
10. melakukan negosiasi dengan pihak eksternal.
11. memecahkan konflik antarsesama guru dan antarpihak pada komunitas sekolah.
12. merima referal dari guru-guru dan staf sekolah untuk persoalan-persoalan yang tidak dapat mereka selesaikan.
13. memotivasi guru dan karyawan untuk tampil optimal.
14. melakukan fungsi supervisi pembelajaran atau pembinaan profesional.
15. melaksanakan kegiatan lain yang mendukung operasi sekolah.
Kepala sekolah berfungsi dan bertugas sebagai edukator, manajer, administrator dan supervisor, pemimpin / leader inovator, motivator.

a. Kepala Sekolah selaku Edukator
Kepala sekolah selaku educator bertugas melaksanakan proses belajar mengajar efektif dan efisien ( lihat tugas guru ).

b. Kepala sekolah selaku manajer
1) Menyusun perencanaan
2) Mengorganisasikan kegiatan
3) Mengarahkan kegiatan
4) Melaksanakan pengawasan
5) Melakukan evaluasi terhadap kegiatan
6) Melakukan evaluasiterhadap kegiatan
7) Menentukan kebijaksanaan
8) Mengadakan rapat
9) Mengambil keputusan
10) Mengatur proses belajar mengajar
11) Mengatur administrasi : ketatausahaan; siswa; ketenagaan; sarana prasarana; keuangan /RAPBS
12) Mengatur organisasi siswa intra sekolah (OSIS)
13) Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi terkait.

c. Kepala sekolah selaku administrator bertugas menyelenggarakan administrasi

1) Perencanaan
2) Pengorganisasian
3) Pengarahan
4) Pengkoordinasian
5) Pengawasan
6) Kurikulum
7) Kesiswaan
8) Ketatausahaan
9) Ketenagaan
10) Kantor
11) Keuangan
12) Perpustakaan
13) Laboratorium
14) Ruang Ketrampilan/Kesenian
15) Bimbingan Konseling
16) UKS
17) Gedung Serbaguna
18) OSIS
19) Media
20) Gudang
21) 7K

d. Kepala sekolah selaku supervisor bertugas menyelenggarakan supervise mengenai

1) Proses belajar mengajar
2) Kegiatan bimbingan dan konseling
3) Kegiatan ekstrakurikuler
4) Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait
5) Sarana dan prasarana
6) Kegiatan OSIS
7) Kegiatan 7K

e. Kepala sekolah selaku pemimpin/leader

1) Dapat dipercaya, jujur dan bertanggungjawab
2) Memahami kondisi guru, karyawan dan siswa
3) Memiliki visi dan memahami visi sekolah
4) Mengambil keputusan urusan intern dan ekstern sekolah
5) Membuat, mencari dan memilih gagasan baru

f. Kepala sekolah selaku inovator
1) Melakukan pembaharuan di bidang :
a. KBM
b. BK
c. Ekstrakurikuler
d. Pengadaan
2) Melaksanakan pembinaan guru dan karyawan
3) Melakukan pembaharuan dalam menggali sumber daya di komite sekolah dan masyarakat

g. Kepala sekolah selaku motivator
1) Mengatur ruang kantor yang kondusif untuk bekerja
2) Mengatur ruang kantor yang kondusif untuk KBM dan BK
3) Mengatur ruang laboratorium yang kondusif untuk praktikum
4) Mengatur ruang perpustakaan yang kondusif untuk belajar
5) Mengatur halaman / lingkungan sekolah yang sejuk dan teratur
6) Menciptakan hubungan kerja yang harmonis sesama guru dan karyawan
7) Menciptakan hubungan kerja yang harmonis antar sekolah dan lingkungan
8) Menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman

Dalam melaksanakan tugasnya kepala sekolah dapat mendelegasikan kepada wakil kepala sekolah.

Kepala Sekolah adalah seorang manager, yaitu orang yang melaksanakan/mengelola management sekolah. Kepala sekolah harus mampu memanage (meminit) unsur manusia dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Dalam hal ini, kepala sekolah tidak melaksanakan sendiri tindakan-tindakan yang bersifat operasional sekolah, tetapi mengambil keputusan menentukan kebijaksanaan dan menggerakkan orang lain untuk melaksanakan keputusan kepala sekolah yang telah diambil sesuai dengan kebijakkan yang telah digariskan dalam program kerja.

Seorang Kepala Sekolah sebagai pengelola management sekolah harus memahami Fungsi-Fungsi Dasar Management, yang meliputi :
1. Planning (Perencanaan )
2. Organizing (Pengorganisasian)
3. Actuating (Penggerakan)
4. Controlling ( Pengontrollan )
5. Evaluation ( Evaluasi )

2.1.1 Planning (Perencanaan )
Menetapkan rencana apa yang harus dilaksanakan sekolah untuk menyelesaikan proram-program yang telah dibuat. Fase pertama perlu ditetapkan : “ Apa, kapan dan bagaimana” pekerjaan harus dilakukan. Dalam fase ini disebut “Perencanaan” (Planning).

2.1.2 Organizing ( Pengorganisasian )

Mendistribusikan atau mengalokasikan tugas-tugas pada orang-orang yang diberi kewenangan yang dituangkan dalam SK.Tugas, Kepala Sekolah mendelegasikan kekuasaan dan menetapkan hubungan kerja antara anggota kelompok kerja dengan delegir. Fase ini disebut “Pengorganisasian” (Organizing).

2.1.3 Actuating ( Penggerakkan )

Kepala Sekolah menggunakan sarana-sarana, seperti komunikasi,pemberian instruksi,saran,teguran,pujian, sehingga para pelaku tenaga kependidikan tergerak untuk melaksanakan tugas yang telah diemban dengan secara ikhlas dan dengan kerjasama yang baik sebagai partner kerja kepala sekolah. Kegiatan ini menyebabkan kegiatan operasional sekolah menjadi bergerak dan berjalan. Fase ini lazim disebut “Penggerakkan” (Actuating).

2.1.4 Controlling (Pengawasan )

Pada saat kegiatan sekolah sedang bergerak atau berjalan, kepala sekolah harus selalu mengadakan pengawasan atau pengendalian agar gerakkan atau jalannya kegiatan operasional sekolah sesuai dengan planning yang telah digariskan. Fase ini disebut “Pengawasan atau Pengendalian” (Controlling).

2.1.5. Evaluatiom ( Evaluasi)
Hasil kerja yang telah dicapai dalam program yang telah digariskan dibuat prosentase realisasi pencapaian sasaran/target. Dalam hal ini kepala sekolah dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada, penyebab timbulnya hambatan/kendala, sehingga dapat untuk memperbaiki kinerja mendatang. Fase ini disebut “Evaluasi” (Evaluation).

2.2. Wakil Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah merupakan kepanjangan tangan kerja kepala sekolah
yang membantu tugas-tugas kepala sekolah sesuai dengan pembagian tugas masing-masing, yang meliputi :
1. Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum
2. Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan
3. Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana
4. Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat.

Wakil kepala sekolah harus membuat suatu perencanaan didalam melaksanakan tuagas selama tahun ajaran berlangsung bisa selama satu semester setiap wakil masing-masing mempunyai perencanaaan sesuai dengan urusan masing-masing.
Uraian tugas yang telah digariskan melalui SK.Tugas, Wakil Kepala Sekolah mengkoordinasikan anggota kelompok kerjanya, sehingga antara wakil kepala sekolah yang satu dengan yang lain tidak tumpang tindih pelaksanaan operasionalnya. Wakil kepala Sekolah Urusan Kurikulum berkoordinasi dengan semua guru mata pelajaran dan wali kelas, bertanggungjawab atas terselenggaranya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan berkoodinasi dengan Guru Pembina OSIS dan seluruh Pembina seksi-seksi kegiatan Ekstra Kurikuler. Menyusun Program Kerja kegiatan OSIS, menegakkan disiplin dan tata tertip siswa.

Adapun tugas umum dari wakil kepala sekolah adalah :
1) Mewakili kepala sekolah jika tidak ada di tempat atau berhalangan hadir pada kegiatan di dalam / luar sekolah (sesuai penunjukan oleh kepala sekolah).
2) Melaksanakan pembinaan sesuai bidangnya
3) Membantu kepala sekolah dibidang humas
4) Membantu kepala sekolah menentukan pembagian tugas dilingkungan sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler
5) Membantu kepala sekolah melaksanakan 7 K
6) Membantu kepala sekolah menegakkan disiplin dan efektifitas kegiatan guru, siswa dan siswa serta membantu kepala sekolah mendata kegiatan wali kelas dan guru lainnya.

Wakil kepala sekolah di SD Al-Kautsar memiliki tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1) Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan pelaksanaan program
2) Pengorganisasian
3) Pengarahan
4) Ketenagaan
5) Pengkoordinasian
6) Pengawasan
7) Penilaian
8) Identifikasi dan pengumpulan data
9) Penyusunan laporan

Wakil kepala sekolah bertugas membantu kepala sekolah dalam urusan – urusan sebagai berikut :
a. KURIKULUM
1) Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan
2) Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran
3) Mengatur penyusunan program pengajaran (program semesteran, program satuan pelajaran dan persiapan mengajar, penjabaran dan penyesuaian kurikulum).
4) Mengatur pelaksanaan kurikuler dan ekstra kurikuler .
5) Mengatur pelaksanaan program penilaian criteria kenaikan kelas, criteria kelulusan, dan laporan kemajuan belajar siswa, serta pembagian rapor dan STTB.
6) Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengajaran.
7) Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
8) Mengatur pengembangan MGMP dan coordinator mata pelajaran.
9) Mengatur mutasi siswa
10) Melakukan supervise administrasi dan akademis
11) Menyusun laporan

b. KESISWAAN
1) Mengatur program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling
2) Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan,kekeluargaan, kesehatan dan kerindangan).
3) Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi Kepramukaan, PMR, KIR,UKS, PKS dan Paskibra.
4) Mengatur program pesantren kilat.
5) Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah.
6) Menyelenggarakan cerdas cermat, olahraga prestasi.
7) Menyeleksi calon untuk di usulkan mendapat beasiswa.

c. SARANA PRASARANA

1) Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar
2) Merencanakan program pengadaannya.
3) Mengatur pemanfaatan sarana prasarana.
4) Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian
5) Mengatur pembakuannya.
6) Menyusun laporan.

d. HUBUNGAN MASYARAKAT

1) Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan Komite sekolah dan peran Komite sekolah.
2) Menyelenggarakan bakti social, karyawisata.
3) Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan di sekolah (gebyar pendidikan)
4) Menyusun laporan.


2.3 Guru

Dengan dikoordinasi oleh Wakil kepala sekolah Urusan Kurukulum, guru harus mampu menguasai pengelolaan Program Pengajaran yang meliputi : Program tahunan, Program Semester, Analisis Materi Pelajaran, Pengayaan dan lain-lain yang berkenaan dengan proses belajar mengajar.

Guru tidak hanya dituntut untuk meningkatkan ilmu pengetahuan anak didiknya, tetapi juga harus mampu membekali diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang. Dalam hal ini kepala sekolah harus mendorong dan memberi kesempatan kepada para guru untuk mengikuti penataran ,seminar, simposium, musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga dapat meningkatkan pengetahaun seorang guru dalam melkasanakn kegiatan belajar mengajar.

Undang-undang Guru dan Dosen, menyebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. (Pasal 1, UUGD No. 14 tahun 2005).
Guru adalah figur seorang pemimpin. Guru adalah sosok aristektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempuayai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Guru bertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapat diharapkan membangun dirinya dn membangun bangsa dan negara.

Jabatan guru memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas dalam bentuk pengabdian. Syaiful Bahri Djamarah, menjelaskan bahwa tugas guru tidak hanya sebagai profesi, tetapi juga sebagai kemanusiaan dan kemasyarakatan. (Djamarah, 2000:37).

Tugas guru sebagai profesi menuntut kepada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendidik, mengajar, dan melatih anak didik adalah tugas guru sebagai profesi. Tugas guru sebagai pendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada anak didik. Tugas guru sebagai pengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada anak didik. Tugas guru sebagai pelatih berarti mengembangkan keterampilan dan menerapkannya dalam kehidupan demi masa depan anak didik.

Tugas kemanusiaan salah satu segi dari tugas guru. Sisi ini tidak bisa guru abaikan, karena guru harus terlibat dengan kehidupan di masyarakat dengan interaksi sosial. Guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak didik. Dengan begitu anak didik dididik agar mempunyai sifat kesetiakawanan sosial.
Di bidang kemasyarakatan merupakan tugas guru yang juga tidak kalah pentingnya. Pada bidng ini guru mempunyai tugas mendidik dan mengajar masyarakat untuk menjadi warga negara Indonesia yang bermoral pancasila.

Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien ;
Tugas dan tanggungjawab guru meliputi :
1) Membuat perangkat program pengajaran.
a. AMP
b. Program Tahunan
c. Program satuan pelajaran
d. Program rencana pengajaran
e. Program mingguan guru
f. LKS
2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran.
3) Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan umum, ujian akhir.
4) Melaksanakan analisis hasil ulangan harian.
5) Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.
6) Mengisi daftar nilai siswa.
7) Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan) kepada guru lain dalam proses kegiatan belajar mengajar
8) Membuat alat pelajaran/alat peraga.
9) Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni.
10) Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum.
11) Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.
12) Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
13) Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa.
14) Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pengajaran.
15) Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum.
16) Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.



2.4 Wali Kelas
Disamping sebagai petugas pengelola kelas dan penyelenggara administrasi kelas, Wali kelas harus mampu berperan sebagai pengganti orang tua murid di sekolahnya. Mengetahui perkembangan akademik anak didiknya secara konfrehensif, membuat catatan-catatan khusus. Kasus-kasus yang tidak mampu untuk diselesaikan sendiri agar dikonsultasikan atau dialih tugaskan kepada petugas Bimbingan dan Konseling sekolah. Pada prinsipnya senakal apapun anak masih ada sisi baiknya, jika perlu dikonsultasikan dengan orang tua/wali murid untuk solusinya.

Wali kelas membantu kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1) Pengelolaan kelas
2) Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi :
a. Denah tempat duduk siswa
b. Papan absensi siswa
c. Daftar pelajaran kelas
d. Daftar piket kelas
e. Buku absensi siswa
f. Buku kegiatan pembelajaran / buku kelas
g. Tata tertib siswa
3) Penyusunan pembuatan statistik bulanan siswa
4) Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (Legger)
5) Pembuatan catatan khusus tentang siswa
6) Pencatatan mutasi siswa.
7) Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar
8) Pembagian buku laporan penilaian hasil belajar

2.5 Staf Tata Usaha
Kepala Sekolah mendelegasikan tugas ketatausahaan kepada Kepala Urusan Tata Usaha sebagai koordinator, yang selanjutnya mengkoordinasikan kepada anggota tugas tentang uraian tugas yang harus dilaksanakan. Kemudian tugas bendahara adalah membantu Kepala Sekolah dalam pengelolaan administrasi keuangan sekolah yang mempunyai fungsi ; mengambil, menyimpan,membayarkan dan mempertanggung jawabkan secara administrasi keuangan (SPJ) tepat waktu.

Kepala Tata Usaha sekolah mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1) Penyusunan program kerja tata usaha sekolah.
2) Pengelolaan keuangan sekolah.
3) Pengurusan administrasi ketenagaan dan siswa.
4) Pembinaan dan pengembangan karir pegawai serta tata usaha sekolah.
5) Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah.
6) Penyusunan dan penyajian data / statistik sekolah.
7) Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7K.
8) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala.

2.6. Pustakawan

Buku adalah sebagai salah satu sarana sumber ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin banyak buku yang dibaca akan terasa semakin kecil pengetahuan seseorang. Disamping sebagai petugas yang bertanggung jawab atas pengelolaan perpustakaan, Pustakawan berkoordinasi dengan seluruh guru mata pelajaran untuk memotivasi anak agar gemar membaca. Arahkan waktu senggang anak untuk pergi ke perpustakaan untuk mencari informasi dari tugas yang diberikan oleh gurunya, kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, niscaya budaya membaca dapat ditanamkan sehingga dapat menjadi salah satu kebutuhan hidupnya.

Pustakawan sekolah membantu kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1) Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka/media elektronika.
2) Pengurusan pelayanan perpustakaan.
3) Perencanaan pengembangan perpustakaan
4) Pemeliharaan dan perbaikan buku – buku/bahan pustaka/media elektronika.
5) Inventarisasi dan pengadministrasian buku – buku / bahan pustaka/media elektronika.
6) Melakukan layanan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan lainnya, serta masyarakat.
7) Penyimpanan buku – buku perpustakaan /media elektronika
8) Menyusun tata tertib perpustakaan
9) Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala.


2.7 Komite Sekolah
Peran orang tua sangat penting dan paling efektif adalah oarng tua sebagai penyedia lingkungan belajar efektif, sehingga pelajar dapat belajar dengan baik.


BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan


a. Kepala Sekolah adalah seorang pemimpin sekaligus seorang manager yaitu orang yang memimpin dan mengelola management sekolah yang harus memiliki dasar-dasar dan syarat kepemimpinan serta harus memahami fungsi-fungsi dasar management. Dan kepala sekolah SD AL-Kautsar telah melaksanakan tugas dan wewenang kepala sekolah.

b. Tugas-tugas yang telah didelegasikan kepada petugas yang telah ditunjuk, dikoordinasikan dengan anggota kelompok tugasnya sehingga terbentuk Team Work yang kompak sebagai partner kerja kepala sekolah untuk melaksanakan program kerja yang telah di gariskan.

c. Dengan penerapan fungsi-fungsi dasar management, diharapkan sekolah dapat menghasilkan prestasi yang berkualitas dan berkualitas dalam prestasi.

3.2 Saran
Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia hendaknya setiap kepala sekolah membuat Program Kerja Sekolah sebagai pedoman untuk pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan sebagai alat kontrol dalam memutuskan kebijakan-kebijakan yang diambil.



Lampiran:

A. TUJUAN SEKOLAH.
1. Meningkatkan hasil prestasi belajar Ujian Nasional dari tahun sebelumnya
ke tahun-tahun berikutnya secara berkelanjutan.
2. Mempertahankan dan meningkatkan prestasi ekstrakurikuler Gugus Depan
Pramuka, tim bola voli dan tim bola kaki yang disegani di Kabupaten
Banyuasin.
3. Memberdayakan tenaga kependidikan yang ada secara optimal dan
bertanggung jawab.
4. Peningkatan pengadaan kebutuhan sarana dan prasarana yang mendesak.
5. Peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bagi
seluruh warga sekolah.

B. TANTANGAN NYATA.
1. Hambatan menanamkan budaya gemar membaca bagi sebagian besar siswa
menjadi kendala , sehingga menghambat pula pencapaian target hasil Nilai
Ujian Nasional.
2. Bibit-bibit alami pemain bola kaki cukup banyak, guru yang menguasai
teknik-teknik persepakbolaan belum ada, sehingga tim bola kaki belum dapat
dioptimalkan.
4. Belum tersedianya Ruang Guru yang representative, sehingga local kelas
yang dipakai sebagai ruang guru dinilai belum memadai.

C. SASARAN TUJUAN SITUASIONAL SEKOLAH.

1. Alumni lulusan yang diterima pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi
prosentasenya meningkat dibanding tahun sebelumnya.
2. Prestasi kegiatan ekstra kurikuler disegani di tingkat Kabupatan.
3. Mempunyai tenaga kependidikan yang berkualitas dan bertanggung jawab.
4. Meningkatkan disiplin, keimanan dan berahklak mulia.
5. Semua warga sekolah merasa ikut memiliki sekolah ini.
6. Penggunaan dana secara transparan dan tepat sasaran.


---------------------------------------------------------------------
MUSTOFA ABI HAMID
BPH Masjid Al-Wasi’i Unila
Jl.Sumantri Brojonegoro no.13 Gedung Meneng PostCode:35145
Bandar Lampung - Indonesia
Phone: +62-721-783044.
HP. : +62-857-68373366
e-mail: abi.sma4@gmail.com
website: www.mustofaabihamid.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar