Rabu, 23 Juni 2010

DENGARLAH JERITANNYA

(DIMANAKAH GERANGAN BARISAN PARA SINGA???)

Risalah ini kami tulis untuk menyikapi fenomena ancaman dan intimidasi terhadap beberapa aktivis muslimah yang terjadi belakangan ini, meski tak bisa dipungkiri dimasa sekarang ini sangat jarang terdengar jeritan muslimah sejati yang seandainya membentur gunung pastilah dindingnya akan tergetar, namun yang sering terdengar hanyalah jeritan histeris para wanita ketika melihat aksi idolanya diatas panggung hiburan dan membentangkan poster cinta pada sang idola. Lalu kepada barisan singa dari rimba ( baca : kelompok) mana saja berasal, dimanakah kini keperkasaan dan kecemburuan diri kalian hingga bila terdengar jeritan muslimah teraniaya di belantara kita sendiri, kita hanya menyembunyikan dan mengurung diri dalam keremangan dan kegelapan goa, tanpa ada terdengar auman menggelegar.

MAKNA JERITAN MUSLIMAH
Jika anda seorang lelaki, maka bukalah telinga anda lebar-lebar agar dapat mendengar jeritan wanita yang meminta tolong atau jika anda seorang wanit yang teraniaya maka bersuaralah dengan lebar agar dapat terdengar oleh para penolong. Namun sebenarnya yang terlebih penting bagi kita semua adalah agar senantiasa membuka hati lebar-lebar, sehingga telinga seorang pemuda muslimin menjadi tajam untuk menangkap dan mendengar jeritan hamba yang teraniaya dan teriakan seorang pemudi muslimah menjadi berbekas dan bermakna di telinga, hingga mampu menggerakkan jiwa para hamba yang bertakwa !! Sesungguhnya sebuah jeritan yang diteriakkan seorang wanita muslimah, dapat menyebabkan sekian telinga terbuka dan sekian jantung yang berdetak tersentak hingga menyebabkan aliran darah bergejolak dan menumbuhkan hasrat, serta membakar semangat dari jiwa rijal sejati untuk bangkit mengadakan pembelaan bagi kehormatan muslimah dimanapun ia berada. Inilah makna jeritan muslimah yang wajib didengar oleh barisan pemuda Islam !!

JERITAN DI MASA KITA LEMAH
Suatu penghormatan dari Allah Swt kepada kaum wanita, bahwa dari merekalah darah perjuangan ummat ini pertamakali tertumpah. Adalah Sumayyah, seorang budak yang merupakan wanita kedua yang berIslam (Ia berIslam bersama keluarganya yakni Yasir suaminya dan kedua anaknya Amar dan Ubaid. Sementara wanita pertama yang masuk Islam adalah Siti Khadijzh, istri Rasulullah SAW). Karena keIslamannya, akhirnya Sumayyah disiksa sedemikian rupa oleh musyrikin Quraisy, berupa cambukan, lemparan batu hingga dijemur di terik matahari, meskipun demikian ternyata dari mulutnya hanya terdengar jeritan Ahad ! Ahad ! sebagai hakekat dari keteguhan imannya.
Maka kaum musyrikin yang dikepalai Abu Jahal semakin kesal melihatnya, lalu mereka bakar sepotong besi hingga memerah warnanya, lantas ditusukkan kedalam kehormatan Sumayyah, walyaidzubillah ! Maka syahidahlah sang wanita mulia, yang menjelang ajalnya ia berkata, Beruntung demi Rabb yang mengurus Ka'bah. Saat itu memang belum ada pembelaan secara fisik oleh kaum muslimin terhadap jeritan Sumayyah, dikarenakan jumlah mereka yang masih sedikit, sementara itu dikhawatirkan para penyeru dakwah akan habis apabila mereka mengadakan perlawanan secara frontal. Maka ketika melihat penyiksaan terhadap Sumayyah dan keluarganya, Rasulullah Saw hanya berkata : Sabar wahai keluarga Yasir, tempat yang telah dijanjikan bagi kalian adalah Jannah. Beliau tak bisa berbuat banyak saat itu, karena tidak memiliki kekuatan yang bisa diandalkan untuk melepaskan Sumayyah dari derita aniaya, inilah jeritan pertama seorang wanita muslimah di masa ummat Islam masih sangat lemah.

JERITAN DIMASA KITA KUAT
Berawal dari seorang wanita muslimah yang membawa perhiasannya untuk diperbaiki kepada seorang tukang sepuh Yahudi dari Kabilah Bani Qainuqa, kemudian di saat ia duduk menunggu, mendekatlah beberapa orang Yahudi menggodanya agar membuka tutup wajahnya, tapi ia tolak.
Maka secara diam-diam si tukang sepuh mengikatkan ujung pakaian wanita pada sebilah kayu, dan tatkala si wanita berdiri, kain itu tersentak hingga koyak dan terlihatlah aurat badannya. Mereka pun tertawa girang sedang wanita itu menjerit. Mendengar jeritannya, seorang pemuda muslim yang lewat bergegas mendekat, dan demi melihat perbuatan kurang ajar itu marahnya tak tertahankan, lalu dengan berani ia serang lawannya yang lebih banyak, hingga berhasil membunuh si tukang sepuh. Namun teman-temannya balas mengeroyok lalu membunuh si pemuda, setelah terlebih dahulu ia mampu melukai beberapa orang dari mereka.
Akibat kejadian tersebut, maka bangkitlah emosi umat Islam yang menyulut peperangan dengan Bani Qainuqa (bisa dibaca pada Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah 2/47). Dan berakhir dengan pengusiran Bani Qainuqa dari Madinah. Maka renungkanlah, betapa dari jeritan seorang wanita, sebuah medan pertempuran pun bisa tergelarkan.

JERITAN MELAHIRKAN SIKAP KSATRIA
Pada masa khilafah ummat Islam dipegang oleh Al Mu'tashim (Salah seorang Khalifah pada masa Daulah Abasiyah), ada seorang wanita muslimah yang ditahan oleh sebuah negara kafir dan dianiaya kehormatannya hingga ia menjerit..Wa mu'tashima (Tolonglah hai Mu'tashim !).
Ketika berita ini terdengar oleh Al Mu'tashim, maka tersentaklah hatinya oleh jeritan itu, lalu ia segera mengirimkan pasukan menuju tempat teriakan itu bergema, guna membuat perhitungan terhadap musuh hingga tuntas permasalahan. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Mu'tashim telah memberi peringatan dengan ancaman. Jika Wanita itu tidak segera dibebaskan, maka aku akan mengirimkan pasukan yang pangkalnya ada di negara anda dan ujungnya di negeri kami !. Karena ketakutan, maka negera kafir tersebut segera membebaskan si wanita, Allahu Akbar !! (Peristiwa ini juga menunjukkan kepada kita betapa Islam akan memiliki Izzah dihadapan lawan, jika mampu merealisasikan institusi kekhalifahan yang kuat di muka bumi.
Maka dari jeritan seorang wanita muslimah, niscaya ia akan mampu membangkitkan jiwa ksatria para rijal sejati guna membela kehormatan dirinya, lantas bagaimana dengan kondisi sekarang, dimana tidak hanya satu tapi beratus bahkan beribu muslimah yang malang, menjerit meronta hingga parau suaranya, namun tak pernah jua datang para ksatria pembela ??

JERITAN TAK PANDANG RUPA

Saudaraku fillah..satu hal yang penting dan perlu di garis bawahi adalah hendaknya kita tidak melihat rupa dan penampilan dari muslimah yang membutuhkan pertolongan akibat tindakan kezaliman, sebab salah satu penyakit hati yang berbahaya bagi seorang lelaki atau pemuda adalah ketika dirinya hanya siap dan respek membantu seorang muslimah dikarenakan kelebihan lahiriyah yang dimilikinya. Padahal bukankah Allah Swt tidak melihat jasad dan rupa seseorang melainkan bagaimana isi hati dan niatnya ? Maka demikian pula hendaknya para rijal sejati dalam bersikap dan bertindak.
Maka tengoklah keteladanan Khalifah Umar bin Abdul Aziz ketika menerima pengaduan Fartunah, seorang wanita miskin berkulit hitam mengenai gubuknya yang dijebol dan ayamnya yang dicuri. Atas jeritan pengaduan tertulis ini, beliau segera mengabarkan kepada si wanita bahwa telah ia kirimkan surat perintah kepada walikota setempat, Ayub bin Sarhabil yang langsung menemui si wanita guna mengambil tindakan dan memperbaiki rumahnya sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh Khalifah.

JERITAN MUSUH PUN DIDENGAR
Dalam melindungi kaum wanita sebagai makhluk lemah, Islam tidaklah pandang bulu. Bagi wanita non muslimah yang tidak ikut memerangi Islam maka jeritannya berhak didengarkan, karena nilai-nilai universal kewanitaannya menyebabkan ia harus di bela (Adapun kalau mereka secara terang-terangan memerangi kita, maka memerangi bahkan membunuh mereka adalah tindakan yang dibolehkan oleh Islam)
Maka keteladanan yang mulia ini dapat kiita temukan tatkala Sholahuddin al Ayyubi menundukkan Baitul Maqdis di tahun 1187 H (Mengenai Sholahuddin al Ayyubi, bisa di baca pada edisi 03 / 1, tentang berperang dengan Moral dan Kasih Sayang), saat serombongan kaum wanita kafirin hendak membayar jizyah sebagai dana keamanan, dengan menghadap Sulatan, maka mereka katakan bahwa diantara mereka terdapat istri, ibu, dan putri dari tentara Salib yang tertawan atau mati dalam pertempuran. Mendengar jeritan sedih dan tetesan air mata mereka, maka ibalah Sultan, lalu beliau izinkan mereka untuk mencari para suaminya diantara tawanan, dan bila ditemukan langsung dibebaskan. Sementara bagi yang tak menemukan karena sudah gugur, diberikan bantuan sandang dan pangan sesuai kebutuhan keluarganya.
Pernah pula ketika kemah Sholahuddin al Ayyubi kedatangan seorang wanita Kristiani, yangmengadukan jeritan hatinya bahwa putranya diculik tentara Islam. Mendengar hal itu Sultan memerintahkan pasukan untuk mencarinya. Setelah diketemukan ia perintahkan prajuritnya untuk mengantarkan mereka berdua ke markas pasukan Salib hingga selamat dengan kadar keperluan.

POSISI WANITA DI MATA SEORANG LELAKI
Dalam sebuah pepatah Arab disebutkan : .Semua wanita adalah saudara ibu.. Maka Syekh Mustafa al Ghalayani berkomentar : .Salah satu hak seorang lelaki adalah, dia boleh cemburu kepada semua wanita sebagaimana ia cemburu kepada mahramnya, karena semua wanita adalah saudara ibunya (bibi) dalam konteks gender maka mereka seakan-akan menjadi bibinya..
Renungkanlah saudaraku, betapa semua wanita itu ibarat saudara ibu yang kita harus merasa cemburu bila melihat kewibawaannya di ganggu, maka merendahkan martabat mereka laksana merendahkan wanita-wanita terdekat kita. Dalam sebuah riwayat diceritakan perihal pemuda yang mendatangi Nabi Saw untuk meminta izin berzina, maka Nabi Saw bertanya : .Wahai anak muda, apakah engkau rela bila hal itu dilakukan kepada ibumu ?. Tentu saja pemuda itu menjawab : .TIDAK !. Lalu Nabi Saw bersabda : .Engkau benar, karena setiap orang juga tidak akan senang bila hal itu dilakukan pada ibunya. Lalu apakah engkau senang bila hal itu dilakukan pada anak wanitamu ?. Lantas berturut-turut Nabi Saw menanyakan, bagaiman jika wanita itu adalah bibi dari bapaknya, lalu bibi dari ibunya, yang semuanya dijawab .TIDAK. oleh si pemuda. Akhirnya Nabi Saw meletakkan tangan di dadanya, seraya berdo.a : . Ya Allah ..sucikanlah hatinya, peliharalah kemaluannya, ampunilah dosanya. Maka sejak saat itu, pemuda itu tak pernah lagi memikirkan untuk melakukan zina (Al Hadits Dari Abu Umamah ra.).
Wahai saudaraku.. jika demikian semestinya posisi kaum wanita dimata seorang lelaki, maka sudah seharusnya kehormatan mereka itu harus dijaga dari tindakan semena-mena. Apalagi jika ia adalah wanita muslimah sholehah tentu lebih layak bagi mereka untuk mendapatkan perlindungan dan pembelaan.

MAHALNYA KEHORMATAN MUSLIMAH
.Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik lelaki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo.a : .Ya Robb kami, keluarkan kami dari negeri ini (Makkah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisiMu, dan berilah kami penolong dari sisiMu. (Qs. An Nisaa : 75). Betapa mahalnya harga kehormatan wanita muslimah itu sesungguhnya telah disadari oleh kader-kader musuh Islam. Begitu ngeri dan takutnya mereka terhadap muslimah sholehah yang terlatih dan terdidik untuk mengandung dan melahirkan serta mengkader buah hatinya demi mencapai keridhoan Illahi. Dan kelak tanpa ragu akan ia persembahkan sang buah hati kesayangannya menjadi seorang yang disegani di lapangan dakwah atau menjelma menjadi singa Allah yang ditakuti di medan jihad Fii Sabilillah.
Seperti keteladanan dari Ummu Haritsah ra. saat mengetahui putra tersayang gugur terkena panah lawan di sebuah medan pertempuran, maka ia menemui Rasulullah Saw, dan bertanya, .Ya Rasulullah beritahukan kepadaku tentang anakku, apakah ia mati syahid ? Kalau ia mati syahid aku akan bergembira sekali dan memasrahkannya kepada Rabbku, tapi kalau tidak sungguh betapa aku sedih dan aku akan terus menangisinya..
Maka Beliau kabarkan kepada wanita mulia ini, bila putranya kini di Jannah kelas utama. ( HR. Bukhari).. Subhanallah.. Luar biasa yaa.. saudaraku.. Inilah penyebab mengapa kehoramatan wanita muslimah yang sholehah lebih mahal harganya, dan perlu diketahui bahwa semakin baik kehidupan ruhani seorang wanita maka menyebabkan pancaran unsur kewanitaannya semakin jelas. Hingga pada diri mereka akan terlihatlah perbedaan yang terang dengan kaum lelaki, laksana perbedaan malam dan siang. Maka darinya, kita akan menemukan sosok kelembutan insan yang secara fitrah memang harus dijaga, dikawal dan dibela keberadaannya dari segala gangguan mulut dan jamahan tangan-tangan kotor syaiton yang berwujud manusia. Dan seorang wanita muslimah akan merasakan kemuliaan nilai-nilai kewanitaanya dengan terjaganya kehormatan dirinya, melalui perlindungan saudara-saudaranya yang terdekat dari suami, anak, orang tua, saudara kandung, saudara lain yang semahram, sampai dengan seluruh saudaranya seIman diseluruh penjuru alam.

DISEBABKAN IMAN KITA BERSAUDARA
.Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. (Qs. Al Hujuraat : 10) Saudaraku, karena iman kita dipersaudarakan Allah Swt dan salah satu bentuk persaudaraan dapat diwujudkan dengan adanya perwalian dan kecintaan satu sama lain diantara ummat Islam, maka disaat ada yang sakit.. maka seluruh bagian yang lain akan turut merasakan penderitaan.
.Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kecintaan, kasih sayang dan kelembutan bagaikan satu jasad. Manakala suatu anggota tubuhnya kesakitan, maka sekujur tubuh menanggungnya, tidak tidur malam dan demam. (HR. Bukhari dan Muslim) Karena itu bagaimana seorang yang mengaku muslim hatinya bisa tenang dan merasakan manisnya iman, sementara itu di tempat lain dan waktu yang bersamaan para muslimah di aniaya bahkan diperkosa musuh yang kejam ? .Bagaimana tetap tinggal diam dan bagaimana hati seorang muslim tetap tenang sedang kaum muslimah bersama musuh kejam ?. (Salah satu bagian dari isi surat yang ditulis Syeikh Abdullah bin Mubarak kepada Syeikh Fudhail bin Iyadl) Saudaraku.. cukupkah bila kita mengucapkan .Inna lillahi wa inna ilaihi Rooji.un., sambil mengangkat jari telunjuk kita ke langit atau membuka kedua telapak tangan kita dari kejauhan tanpa ada terbetik di dalam hati kita untuk mengadakan pembelaan terhadap nasib para muslimah dari tindakan kezaliman lawan ? Lantas bagaimana jika penganiayaan itu justru terjadi di depan mata dan batang hidung kita, maka dimanakah kepedulian itu kini menghilang ? .Barang siapa yang tidak perduli urusan kaum muslimin, maka dia bukan dari golongan mereka..

SEBAB BERSAUDARA, SALING MENOLONGLAH !
.Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan wanita sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma.ruf mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, dan mereka ta.at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. At Taubah : 71)
Tolong menolong adalah salah satu perkara yang tak akan terelakkan bagi mereka yang bersaudara. Dan karena sesama muslim itu bersaudara, sudah sepantasnya bila kita saling menolong terutama kepada mereka yang memang layak dan perlu segera ditolong, tanpa perduli aktivitasnya dari kelompok manapun. Jika kebiasaan ini senantiasa diterapkan, niscaya akan menjadi teladan baik yang akan ditiru oleh seluruh jajaran aktivis lain, sehingga jiwa tolong menolong akan tersebar, yang akhirnya dapat membentuk kesatuan hati, pikiran dan kasih sayang antar sesama aktivis tanpa dibatasi sekat-sekat tertentu. Saudaraku..jika kita berbuat baik kepada sesama kita tanpa memperdulikan latar belakang aktivis masing-masing, maka berarti kita telah menanamkan disetiap hati para aktivis muslim sebuah kecintaan bersama-sama yang akan senantiasa hidup selama roda perjuangan penegakan Islam ini masih berputar dan berjalan.
Sadarilah walau berbeda wadah, namun karena kesamaan lokalitas dan komunitas, maka akan menyebabkan setiap individu memerlukan bantuan yang lain. Dan apabila sesama individu telah saling tolong menolong dari yang kuat terhadap yang lemah, niscaya akan terhindarlah kita dari kekalahan yang berkepanjangan dan kehinaan yang tak berkesudahan akibat mengabaikan sebuah pilar persaudaraan muslim yang kokoh, yaitu kebutuhan salingmenolong dan melindungi.

KETIKA BARISAN SINGA MENJADI DOMBA
Namun wahai saudaraku.. Mengapa hari ini kebanyakan kaum Muslimin telah melupakan kewajiban saling menolong dan melindungi dengan hanya mendiamkan dan acuh tak acuh terhadap intimidasi dan gangguan yang mengancam para muslimah kita ? apakah sifat pengecut telah memalingkan para rijal sejati dari teladan keberanian generasi salaf ummat ini ? Saudaraku.. sesungguhnya sifat pengecut pada jiwa manusia adalah sifat yang sangat rendah dan amat dekat dengan kehinaan bahkan kematian, serta begitu jauhnya ia dari cahaya Kehidupan. Dan jika sifatini telah merasuk di kepala dan meresap di dalam dada suatu kaum, hasilnya sudah dapat ditebak, yakni kehinaan dan kerendahan, yang pada akhirnya akan menggiring kaum tersebut secara cepat atau lambat pada kematian. Maka jika kawanan singa Islam kini telah berubah menjadi kumpulan domba penakut, maka inilah kebinasaan yang menjerat leher kaum muslimin yang dapat memisahkan kepada dari badan.

DIMANA KINI BARISAN SINGA BERADA ?
Kini sayup-sayup terdengar jeritan muslimah yang menggema, sayangnya ia hanya membentur dinding-dinding batu lalu menghilang begitu saja bagai angin lalu, karena para lelaki yang dipanggil hatinya telah membeku bahkan lebih keras daripada batu, telah menciut nyali kejantanannya, mengkerut menjadi pengecut. Jeritan muslimah diberbagai belahan bumi menggema tanpa ada yang perduli. Telah terkubur kejayaan generasi pertama ummat ini, kini tiada lagi para singa Islam yang terkamanannya ditakuti dan digentari para lawan. .Tidur dalam kehinaan telah berkepanjangan, dimanakah gerangan barisan singa itu kini ??. Saudaraku.. Dimanakah gerangan barisan singa Islam yang siap menjaga dan membela kehormatan muslimah yang teraniaya, kini sembunyi dan berada ?

SERUAN.. BAGI MUJAHID MUDA !!
Kuawali seruan kepada para Muslimah, agar senantiasa mengkoreksi diri didalam kehidupan bermasyarakat. Bersikap selektif itu tidak mesti eksklusif, sehingga menyebabkan antipati masyarakat di sekitar kita. Waspadailah masalah ini, sebab apabila masyarakat awam telah kehilangan simpat, maka jika datang gangguan nisacaya mereka hanya membiarkan, atau bahkan sebagian mereka yang justru melakukannya dan bukan dari kelompok penentang Islam yang sesungguhnya. Sedang untuk para Singa Islam..Menjadi tugas kalian untuk menjaga kehormatan wanita muslimah dari gangguan dan penghinaan pihak-pihak yang tak suka dengan maraknya dakwah dan tingginya Izzah Islam, maka ketika para muslimah memerlukan pertolongan, ulurkanlah segera kedua tangan kalian dengan kaki ringan !
Maka barisan Singa.. Bangunlah dari tidur panjang yang melenakan, sudah terlalu lama kita mendengkur di empuknya ranjang kehinaan. Bangkitlah dengan kesdaran tinggi, karena kini tikus-tikus kecil telah menjelma manjadi babi-babi liar yang merajalela diladang kita. Ketika musuh Islam telah berani mengancam dan mendzalimi muslimah di bumi kita sendiri, masihkah akan kita biarkan dengan berdiam diri ?
Wahai kawanan Singa. Selamatkanlah para saudara wanita kalian, karena mereka ibaratkan saudara ibu kita, siapakah yang ingin saudara ibunya mendapat kesusahan akibat ancaman dan gangguan ?? Maka saling menolonglah kita secara lahir dan bathin, sungguh Allah Swt sangat mencintai hambaNya yang suka tolong menolong. Semoga kita segera terbangun dan tersadar wahai barisan Singa !!

---------------------------------------------------------------------
MUSTOFA ABI HAMID
Excel Group
BPH Masjid Al-Wasi’i Unila
Jl.Sumantri Brojonegoro no.13 Gedung Meneng PostCode:35145
Bandar Lampung - Indonesia
Phone: (0721) 783044.
HP. : 0857.6837.3366
e-mail: abi.sma4@gmail.com
abi.unila@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar