Selasa, 06 Juli 2010

Kloning

Kloning adalah penggunaan sel somatik makhluk hidup multiseluler untuk membuat satu atau lebih individu dengan materi genetik yang sama atau identik. Kloning ditemukan pada tahun 1997 oleh Dr. Ian Willmut seorang ilmuan Skotlandia dengan menjadikan sebuah sel telur domba yang telah direkayasa menjadi seekor domba tanpa ayah atau tanpa perkawinan. Domba hasil rekayasa ilmuan Skotlandia tersebut diberi nama Dolly.

Cara kloning domba Dolly yang dilakukan oleh Dr. Ian Willmut adalah sebagai berikut:
• Mengambil sel telur yang ada dalam ovarium domba betina, dan mengambil kelenjar mamae dari domba betina lain.
• Mengeluarkan nukleus sel telur yang haploid.
• Memasukkan sel kelenjar mamae ke dalam sel telur yang tidak memiliki nukleus lagi.
• Sel telur dikembalikan ke uterus domba induknya semula (domba donor sel telur).
• Sel telur yang mengandung sel kelenjar mamae dimasukkan ke dalam uterus domba, kemudian domba tersebut akan hamil dan melahirkan anak hasil dari kloning.

Jadi, domba hasil kloning merupakan domba hasil perkembangbiakan secara vegetatif karena sel telur tidak dibuahi oleh sperma.

Kloning juga bisa dilakukan pada seekor katak. Nukleus yang berasal dari sebuah sel di dalam usus seekor kecebong ditransplantasikan ke dalam sel telur dari katak jenis lain yang nukleusnya telah dikeluarkan. Kemudian, telur ini akan berkembang menjadi zigot buatan dan akan berkembang lagi menjadi seekor katak dewasa.

Kloning akan berhasil apabila nukleus ditransplantasikan ke dalam sel yang akan menghasilkan embrio (sel telur) termasuk sel germa. Sel germa adalah sel yang menumbuhkan telur dari sperma.

Pengklonan Hormon Pertumbuhan Manusia
Produksi hormon pertumbuhan manusia dalam ‘E.coli’ menarik perhatian
orang pada beberapa prilaku rekayasa genetika. Hormon pertumbuhan manusia
(HGH= Human Growth Hormone) adalah suatu rantai polipeptida tunggal yang
mempunyai 191 asam amino dan diproduksi dalam kelenjar pituiteria (kelenjar pada
infundibulum otak). Seperti insulin, ia tidak terglirosilasi. Hormon pertumbuhan
mengendalikan pertumbuhan tubuh kita ; tubuh kecil orang kerdil disebabkan karena
kekurangan hormon pertumbuhan.
Dengan menggunakan kombinasi dari sintesis kimia DNA dan sintesis
enzimatik cDNA, telah diproduksi suatu rangkaian yang mengkode asam-asam amino
1-14 telah disintesis secara kimia.Langsung di depan kodon pertama, ditambahkan
suatu trio (triplet) basa (ATG) yang menspesifikasi asam amino metionin.Bila
permulaan dari gennya telah disintesis secara kimia untuk menjamin permulaan
yang tepat dari proteinnya, maka diperoleh suatu rangkaian DNA yang mengkode
sisa dari rantai polipeptida yaitu, residu asam amino 25-19,1 dengan membuat kopikopi
cDNA dari preparat-preparat nRNa darii sel-sel pituitaria manusia.
Kedua fragmen DNA ini kemudian dikonkan secara terpisah. Fragmenfragmen
DNAnya dimurnikan kembali dan disambung menjadi satu untuk
menghasilkan rangkaian DNA lengkap untuk horman pertumbuhan manusia mulai
dengan suatu prodon inisiator yaitu metionin, diikuti oleh rangkaian untuk 191 asam
amino dalam frotein masak, dan berakhai dengan sinyal untuk menghentikan
sintesisi frotein. Kemudian “gen”dimasukkan kedalam suatu fektor ekspresi dan
dimasukkan kedalam “ekoli” diaman diarahkan untuk membaut pertumbuhan
manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar