Jumat, 28 Januari 2011

Implikasi dan Aplikasi teori revolusi sosiokultural


1. Implikasi teori cultural dalam pembelajaran
Implikasi teori cultural dalam proses belajar mengajar menurut Mukminan dkk(1998; 42) sebagai berikut :
a. Makna belajar
Implikasi teori revolusi sosiokultural dalam proses pembelajaran karakteristiknya sebagai berikut :
a) Belajar merupakan proses pembentukan makan.
b) Belajar bukanlah proses mengumpulkan informasi, melainkan proses pengembangan pemahaman atau pemikiran dengan membuat pemahaman baru.
c) Proses belajar terjadi pada saat terjadi ketidakseimbangan struktur kognitif pada diri seseorang.
b. Implikasinya di dalam kelas:
1) Proses kontruksi pengetahuan berlangsung dalam diri individu.
2) Proses belajar harus diciptakan secara autentik dan alami dalam kontek sosio cultural
3) Guru mendorong dan menerima otonomi serta inisiatif anak.
4) Guru dalam menyusun tugas mrnggunakan terminologi kognitif yang merangsang dan mendorong proses berpikir tingkat tinggi.
5) Guru memberi kesempatan pada anak didik untuk memberi respon terhadap proses pembelajaran ,untuk meningkatkan proses pembelajaran merubah strategi dan isi pembelajaran.
6) Memberikan kegiatan yang menumbuhkan rasa ingin tahu siswa dan membantu mereka untuk mengekspresikan ide-idenya dan mengkomunikasikannya pada orang lain.
7) Menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan murid bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan belajar.
8) 9). Guru memahami proses pemahaman konsep anak terlebih dahulu sebelum menyampaikan pemikiran konsep tersebut.
9) Guru mendorong terjadinya proses dialog baik dengan guru, sendiri maupun sesame teman.
10) 11).Guru mendorong untuk melakukan inquiri dengan mengajukan pertanyaan terbuka, menantang, dan mendorong mereka untuk saling mengajukan pertanyaan diantara teman.
11) Guru memahami elaborasi respon awal anak.
12) Guru memberikan anak pengalaman belajar yang mendorong munculnya kontradiksi pemikiran dan mendorongya untuk melakukan diskusi.
13) Guru memberikan kesempatan atau waktu pada anak untuk berpikir setelah diberi pertanyaan.
14) Guru memberi waktu pada anak untuk membangun keterkaitan atau hubungan dan mencipta metaphor.
15) Guru memelihara keingintahuan yang alami dari anak melalui penggunaan learning cycle model .
16) Memonitor dan mengevaluasi proses berpikir siswa, dan memberikan umpan balik sehingga proses pembentukan makna berjalan secara sistematik.
2. Aplikasi teori cultural dalam pendidikan.
Penerapan teori cultural dalam pendidikan dapat terjadi pada 3 jenis pendidikan yaitu:
a. Pendidikan informal (keluarga)
Pendidikan anak dimulai dari lingkungan keluarga, dimana anak pertama kali melihat, memahami, mendapatkan pengetahuan, sikap dari lingkungan keluarganya. Oleh karena itu perkembangan prilaku masing-masing anak akan berbeda manakala berasal dari keluarga yang berbeda, karena factor yang mempengaruhi perkembangan anak dalam keluarga beragam, misalnya: tingkat pendidikan orang tua, factor ekonomi keluarga, keharmonisan dalam keluarga dan sebagainya.
Pendidikan dalam keluarga sangat berpengaruh sekali dalam perkembangan anak, karena kehidupan anak lebih banyak dalam lingkungan keluarga. Anak mempelajari tradisi yang berlaku dalam keluarganya yang diwariskan oleh kedua orang tuanya. Meskipun begitu kadang-kadang lingkungan di luar keluarga lebih besar pengaruhnya. Jelaslah dalam keluarga anak belajar sosio cultural dalam keluarga.
Mustofa Abi Hamid
Physics Education ‘09
Lampung University
Jln. Soemantri Brojonegoro no.13 Gedung Meneng Bandarlampung Post Code : 35145
HP : 0856.6666.090
www.mustofaabihamid.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar