Selasa, 11 Februari 2014

Studi Perbandingan Penggunaan Feedback Pada Lembar Jawaban Siswa Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Melalui Pembelajaran Kontekstual

Mustofa Abi Hamid(1), I Dewa Putu Nyeneng(2), Undang Rosidin(2)
(1)Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Unila, m.abihamid@gmail.com
(2)Dosen Pendidikan Fisika FKIP Unila

Abstract: Comparison use of feedback on student's answersheet toward student's skill of physics concept by using contextual learning. Learning Physics often not reached of KKM. Inaccessibility of KKM by most of student showed less concept skill. The aims of the research (1) to investigate difference of average of students Fluid Static concept’s skill after and before being given feedback, and (2) investigate the increasing students skill of Fluid Static concept after being given feedback. Design that used Posttest-Only Control Design. Result of this research showed that there was difference average of students Fluid Static concept’s skill after and before being given feedback and there was a significant increasing student's concept skill after being given feedback by using CTL model, which increased the average score about 22%. The average score of concept skill on experimental class was 73.77 and control class was 55.74

Abstrak: Perbandingan penggunaan feedback pada lembar jawaban siswa terhadap penguasaan konsep fisika melalui pembelajaran kontekstual. Pembelajaran fisika seringkali tidak mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Ketidaktercapaian KKM oleh sebagian besar siswa menunjukkan rendahnya penguasaan konsep. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan rata-rata penguasaan konsep Fluida Statis antara menggunakan feedback dengan tidak menggunakan feedback, (2) mengetahui peningkatan penguasaan konsep Fluida Statis setelah diberi feedback. Desain penelitian yang digunakan adalah Posttest-Only Control Design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata penguasaan konsep Fluida Statis siswa SMA antara menggunakan feedback dengan tidak menggunakan feedback, terjadi peningkatan signifikan penguasaan konsep siswa setelah diberi feedback melalui model CTL sebesar 22 %. Rata-rata nilai penguasaan konsep pada kelas eksperimen sebesar 73,77 dan kelas kontrol sebesar 55,74.

Kata kunci: umpan balik (feedback), model pembelajaran contextual teaching
                   and learning (CTL), penguasaan konsep.



PENDAHULUAN

Pembelajaran fisika seringkali tidak mencapai KKM (Kriteria Ke-tuntasan Minimal). Ketidaktercapaian KKM oleh sebagian besar siswa me-nunjukkan rendahnya penguasaan konsep. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran di kelas kurang efektif serta umpan balik (feedback) yang diterima siswa kurang optimal dan tidak sesuai dengan permasalahan yang terjadi pada siswa sehingga me-nyebabkan siswa sulit mempelajari, memahami, dan menguasai konsep pelajaran yang diberikan oleh guru.

Arikunto (2008: 5) mengartikan umpan balik (feedback) adalah segala informasi baik yang menyangkut out-put maupun transformasi. Umpan balik (feedback) ini diperlukan sekali untuk memperbaiki input maupun transformasi. Input disini diartikan sebagai siswa yang baru memasuki pembelajaran. Output adalah siswa setelah melalui proses pembelajaran, sedangkan transformasi adalah peng-olah itu sendiri atau dalam hal ini pem-belajaran tersebut.

Umpan balik (feedback) dalam kegiatan pembelajaran merupakan pe-ristiwa yang memberikan kepastian kepada peserta didik bahwa kegiatan belajar  telah atau belum mencapai tu-juan. Menurut Suke (1991: 148)  bah-wa umpan balik (feedback) adalah pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada peserta didik untuk memperbaiki pen-capaian hasil belajar.

Umpan balik (feedback) terse-but diperlukan dalam proses pem-belajaran untuk mencapai tujuan pem-belajaran secara maksimal. Umpan balik (feedback) tersebut berguna bagi siswa untuk mengevaluasi diri, menge-tahui kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam proses penyelesaian masalah, mengetahui kelemahan diri, serta membantu siswa untuk meningkatkan motivasi dan rasa percaya  diri dalam belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam penguasaan kon-sep materi yang telah diberikan.

Merujuk pada pendapat Suke yang dikemukakan di atas, umpan balik (feedback) ini digunakan untuk me-ningkatkan penguasaan konsep siswa. Menurut Romli (2011: 50), umpan balik (feedback) dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa dalam men-capai KKM (Kriteria Ketuntasan Mini-mal). Umpan balik (feedback) ini me-miliki karakteristik dan keunggulan dalam mencapai hasil belajar dan pe-nguasaan konsep siswa serta berbeda dengan remidial yang sering digunakan guru apabila hasil belajar siswa belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

            Penguasaan konsep sangatlah penting, karena merupakan syarat da-lam menguasai sepenuhnya suatu ba-han ajar. Dengan memahami dan me-nguasai suatu konsep, siswa dapat me-mecahkan suatu permasalahan dengan menggunakan aturan-aturan dari kon-sep yang diperolehnya. Penguasaan konsep meliputi mendefinisikan kon-sep, mengidentifikasi, dan memberi contoh atau bukan contoh dari konsep.
Menurut Bloom (dalam W. Gulo, 2008: 58), dimensi pengetahuan Konseptual (Conceptual Knowledge), yaitu hubungan antara unsur-unsur dasar dalam struktur yang lebih besar yang memungkinkan mereka untuk berfungsi bersama-sama. Pengetahuan konseptual ini diantaranya adalah pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori (knowledge of classification and categories), pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi, pengetahuan tentang teori, model, dan struktur (knowledge of theories, models and structures).

Tujuan dari penelitian ini ada-lah un­­tuk mengetahui: (1) mengetahui perbedaan rata-rata penguasaan kon-sep Fluida Statis siswa SMA antara menggunakan umpan balik (feedback) dengan tidak menggunakan umpan balik (feedback), (2) mengetahui pe-ningkatan penguasaan konsep Fluida Statis siswa SMA setelah diberikan umpan balik (feedback) melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).

METODE PENELITIAN

            Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri  6 Metro. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini meng-gunakan teknik Purposive Sampling, yaitu penentuan sampel dari anggota populasi dengan pertimbangan ter-tentu dalam memilih satu kelas seba-gai sampel dengan melihat prestasi hasil belajar siswa.

Penelitian ini terdiri dari satu variabel bebas, satu variabel terikat dan satu variabel moderator. Variabel bebas adalah umpan balik (feedback) pada lembar jawaban siswa sedangkan variabel terikatnya adalah penguasaan konsep, serta variabel moderatornya adalah model pembelajaran Contex-tual Teaching and Learning (CTL).

Penelitian ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Desain penelitian yang digu­na­­kan adalah Posttest Only Con-trol Design. Instrumen penelitian yang digu­na­­kan adalah lembar soal posttest dan soal uji blok. Analisis instrumen me­ng­gu­na­kan u­ji validitas dan relia-bilitas. Se­da­ng­­kan, pe­ngu­ji­an hipotesis menggu­na­kan uji independent sample t test.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil yang diperoleh dari pe-nelitian ini berupa data kuantitatif (penguasaan konsep) yang selanjutnya diolah dengan menggunakan Microsoft Office Excel, dan program SPSS versi 17.
1.    Data Posttest Penguasaan Konsep Siswa

Data ini diperoleh dari peng-ambilan data melalui pemberian soal posttest pada setiap akhir proses pem-belajaran. Soal posttest diberikan pada masing-masing kelas kontrol dan kelas eksperimen, yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 SMA Negeri 6 Metro. Adapun perolehan nilai posttest penguasaan konsep  hasil belajar siswa dari masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol disajikan pada Tabel 1.



Tabel 1. Perolehan Skor Posttest Penguasaan Konsep
Perolehan Skor
Kelas Kontrol
Kelas Eksperimen
Rata-rata  Posttest
52,57
52,03
Kategori
Cukup
Cukup



Langkah pertama yang dilaku-kan dalam uji statistik  ini adalah me-nguji data nilai rata-rata posttest dari kedua kelas terse­but berdistribusi nor-mal atau tidak. Hasil Uji normalitas da-pat dilihat pada Tabel 2.



Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data  Rata-Rata Posttest
No
Parameter
Kelas
Kontrol
Eksperimen
1
2
3
4
5
Jumlah Siswa
Rata-rata
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
Asymp. Sig (2-tailed)
23
52,57
70
32
0,99
26
52,03
69
32
0,86



Berdasarkan data yang di-sajikan pada Tabel 2 dapat diketahui bahwa data rata-rata nilai posttest pa-da kelas kontrol memi­liki nilai  Asymp. Sig. (2-tailed) di atas 0,05 yaitu 0,99. Demikian juga pada kelas eksperimen de­ngan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) di­­ atas 0,05 yaitu 0,86. Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa data rata-rata nilai posttest pada kelas kontrol dan bebas berdistribusi normal.

2.    Data Ujian Blok Penguasaan Konsep Siswa
Data ujian blok penguasaan konsep siswa ini diperoleh dari peng-ambilan data melalui pemberian soal ujian blok pada pertemuan ke-6. Soal ujian blok diberikan pada masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol yang terdiri dari 5 butir soal penguasaan konsep dalam bentuk uraian. Adapun data nilai penguasaan konsep siswa dapat dilihat pada
Tabel 3.



Tabel 3. Perolehan Nilai Ujian Blok Penguasaan Konsep
Perolehan Skor
Kelas Kontrol
Kelas Eksperimen
Rata-rata  Ujian Blok
55,74
73,77
Kategori
Cukup
Baik



Langkah berikutnya adalah me­nguji data nilai ujian blok dari kedua kelas terse­but berdistribusi normal atau tidak. Hasil Uji normalitas me-nunjukkan bahwa data ujian blok kelas kontrol dan eksperimen memi­liki dis-tribusi  normal, dimana nilai  Asymp. Sig. (2-tailed) di ­­atas 0,05 yaitu 0,98 dan 0,43 untuk kelas eksperimen. Ber-dasarkan hasil uji tersebut dapat di-simpulkan bahwa data ujian blok pe-nguasaan konsep siswa pada kelas kontrol dan eksperimen berdistribusi normal. Adapun data hasil uji nor-malitas tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.



Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Nilai Ujian Blok
No
Parameter
Kelas
Kontrol
Eksperimen
1
2
3
4
5
Jumlah Siswa
Rata-rata
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
Asymp. Sig (2-tailed)
23
55,74
70
35
0,98
26
73,77
87
56
0,43



Berdasarkan data hasil uji nor-malitas disimpulkan bahwa data pe-nguasaan konsep siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen terdis-tribusi normal. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05 meru-pakan syarat untuk melakukan uji 2 sampel tidak berhubungan dengan menggunakan Independent Sample T Test. Selanjutnya melakukan uji ke-samaan varian (homogenitas) dengan F test (Lavene’s Test), artinya jika varian sama, maka uji t menggunakan Equal Variances Assumed (diasumsikan varian sama) dan jika varian berbeda menggunakan Equal Variances Not As-sumed (diasumsikan varian berbeda). Adapun perbedaan hasil belajar siswa disajikan pada Tabel 5.



Tabel 5. Hasil Uji Perbedaan Penguasaan Konsep
Parameter
Kelas Eksperimen – Kelas Kontrol
F
0,296
Sig
0,589
T
6.388
Df
47
Sig (2-tailed)
0,000



Berdasarkan Tabel 5, nilai sig-nifikansi pada uji F (Lavene’s test) ada-lah 0,296 atau lebih be­sar dari 0,05, maka  diterima. Dapat disimpulkan bahwa varian kelompok kelas kontrol dan bebas adalah sama. Nilai Equal Variances Assumed pada tabel di atas sebesar 6,388 sedangkan nilai  sebesar 1,679. Nilai >  (6,388 > 1,679) dan signifikansi (0,000 < 0,05) maka  ditolak. Berdasarkan hasil peng­ujian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa “Ada perbedaan rata-rata penguasaan konsep fisika sis-wa antara posttest yang diberikan um-pan balik (feedback) dan posttest yang tidak diberikan umpan balik (feed-back)”.  Penguasaan konsep siswa di kelas kontrol atau kelas yang diberi treatment umpan balik (feedback) lebih tinggi dibandingkan kelas bebas yang tidak diberi treatment berupa umpan balik (feedback).

PEMBAHASAN

            Penelitian ini dimulai dengan proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas eksperimen dan kontrol menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Setelah proses pembelajaran usai, sebelum mengakhiri pertemuan di kelas tersebut diberikan posttest sesuai materi yang telah diperoleh pada per-temuan tersebut. Kelas eksperimen dan kelas kontrol diberi perlakuan yang sama dalam pemberian soal posttest untuk mengetahui sejauh mana pe-nguasaan konsep awal siswa pada ma-sing-masing kelas setelah mengalami proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Contextual Tea-ching and Learning (CTL). Data per-sentase posttest penguasaan konsep siswa dapat dilihat pada gambar 1.


Gambar 1. Grafik Persentase Posttest Penguasaan Konsep Siswa



Data pada gambar 1 tersebut menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen maupun kelas kontrol me-miliki kemampuan penguasaan konsep yang hampir merata. Hal ini berarti pembelajaran yang dilaksanakan di ke-dua kelas tersebut dapat mere-presentasikan kemampuan siswa dan penguasaan konsep yang hampir sama antara kedua kelas ter-sebut. Data kemampuan awal dan penguasaan konsep siswa ini sebagai acuan awal untuk melihat peningkatan penguasaan konsep dan pengaruh pemberian um-pan balik (feedback) terhadap pe-nguasaan konsep siswa.

Kelas eksperimen mendapatkan perlakuan pemberian umpan balik (feedback) pada lembar jawaban post-test siswa yang telah dikoreksi oleh guru, sedangkan kelas kontrol tidak di-beri umpan balik (feedback). Umpan balik (feedback) ini diberikan kepada siswa bersamaan dengan hasil posttest siswa yang sudah dikoreksi. Umpan balik (feedback) ini diberikan pada setiap posttest yang telah dilakukan yaitu sebanyak lima kali.

Umpan balik (feedback) berisi pemberitahuan atau informasi menge-nai jawaban yang benar dari kesalahan yang dilakukan siswa pada saat men-jawab soal posttest. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa untuk mem-perbaiki kesalahannya dan tidak me-ngulangi kesalahan yang sama. Umpan balik (feedback) juga berisi penguatan berupa konsep tambahan dan informasi materi sehingga penguasaan konsep siswa dapat ditingkatkan.

Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) sesuai di-terapkan bersamaan dengan pem-berian treatment umpan balik (feed-back) ini sehingga mampu memak-simalkan hasil out put berupa pengua-saan konsep siswa yang tinggi. Alokasi waktu yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran terutama dalam pem-bagian waktu untuk posttest maupun waktu untuk proses pembelajaran yang lain diharapkan juga berperan dalam peningkatan penguasaan konsep ini, se-hingga model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat di-kombinasikan dengan beberapa tipe/ jenis umpan balik (feedback) yang diberikan.

Berdasarkan hasil analisis pada uji Inde­pendent Sample T Test maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan penguasaan konsep  fisika siswa antara posttest yang diberikan umpan balik (feedback) dan posttest yang tidak di-berikan umpan balik (feedback). Hal ini terlihat pada data kuantitatif  yang me-nunjukkan kelas eksperimen yang di-beri perlakuan berupa umpan balik (feedback) memiliki hasil penguasaan konsep lebih tinggi dibandingkan de-ngan kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan berupa pemberian umpan balik (feedback) pada lembar jawaban posttest siswa. Kesimpulan tersebut di-dukung oleh data nilai penguasaan kon-sep siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pengu-asaan konsep siswa pada kelas kontrol.

Berda­sarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui nilai pe-nguasaan konsep pada kelas eks-perimen sebesar 19,23% memperoleh kategori sangat baik sebanyak 5 siswa. Sebanyak 16 siswa atau 61,54% mem-peroleh kategori baik, dan sebanyak 5 siswa atau sebesar 19,23% berkategori cukup. Sedangkan pada kelas kontrol, diketahui penguasaan konsep siswa se-besar 26,09% berkategori baik, 65,22% memperoleh kategori cukup dan 8,69% memperoleh kategori kurang. Hasil ini didukung oleh penelitian yang di-lakukan oleh Romli (2011:59) yang me-nyatakan bahwa umpan balik (feed-back) dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal dengan karakteris-tik dan keunggulan sehingga dapat me-ningkatkan nilai aspek kognitif siswa dengan signifikan. Untuk lebih jelasnya dapat melihat Gambar 2, grafik tingkat penguasaan konsep siswa.



Gambar 2. Persentase Penguasaan Konsep Siswa



Berdasarkan data persentase penguasaan konsep siswa pada gambar 2 tersebut, terlihat bahwa penguasaan konsep Fisika siswa pada kelas eks-perimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Perbedaan dalam pemberian perlakuan pada kelas tersebut yang me-nentukan tinggi rendahnya tingkat pe-nguasaan konsep tersebut. Meskipun diterapkan model pembelajaran yang sama pada kedua kelas tersebut, yaitu model pembelajaran Contextual Tea-ching and Learning (CTL) namun pada kelas eksperimen diberi perlakuan be-rupa umpan balik (feedback) pada lem-bar jawaban siswa yang kemudian di-kembalikan lagi kepada siswa.

Berdasarkan hasil uji normalitas dan uji independent sample t test, maka dapat disimpulkan bahwa “Ada per-bedaan rata-rata penguasaan konsep fisika siswa antara posttest yang di-berikan umpan balik (feedback) dan posttest yang tidak diberikan umpan balik (feedback)”. Penguasaan konsep siswa di kelas eksperimen atau kelas yang diberi treatment umpan balik (feedback) lebih tinggi dibandingkan ke-las kontrol yang tidak diberi treatment berupa umpan balik (feedback).

Hasil penelitian ini juga di-dukung oleh penelitian yang dilakukan Nagara (2008), dengan judul Pengaruh Pemberian Umpan Balik Terhadap Pres-tasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI di Jurusan Teknik Elektronika SMK Negeri 2 BengkuluHasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar pe-serta didik yang diajar dengan pem-berian kuis dengan umpan balik dan pe-serta didik yang hanya diajar dengan pemberian kuis saja. Pada kelas eks-perimen yaitu pemberian kuis dengan umpan balik memiliki rata-rata 81,7 dan varians 281,4 sedangkan pada ke-las kontrol memiliki rata-rata 61,5 dan varians 180,9.

            Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Ada per-bedaan rata-rata penguasaan konsep Fluida Statis siswa SMA antara meng-gunakan umpan balik (feedback) dengan tidak menggunakan umpan balik (feedback). Rata-rata penguasaan kon-sep Fluida Statis siswa SMA dengan menggunakan umpan balik (feedback) lebih tinggi daripada rata-rata pengua-saan konsep Fluida Statis siswa SMA dengan tidak menggunakan umpan ba-lik (feedback); (2) Terjadi peningkatan yang signifikan penguasaan konsep sis-wa setelah diberi umpan balik (feed-back) melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), dengan kenaikan nilai rata-rata sebesar  22% dan nilai N-gain rata-rata 0,45 yang termasuk dalam kategori sedang.

Adapun saran peneliti dari kesimpulan yang diperoleh adalah: Hendaknya dalam pembelajaran dengan menerapkan penggunaan umpan balik (feedback) secara kontinu melalui be-berapa model pembelajaran dapat di-jadikan salah satu alternatif bagi guru di sekolah sebagai salah satu upaya untuk  meningkatkan penguasaan konsep siswa; Dalam menerapkan penggunaan umpan balik (feedback) yang diberikan secara tidak langsung hendaknya  harus disesuaikan dengan materi dan model pembelajaran yang sesuai agar ke-mampuan dan kompetensi siswa ter-ekplorasi dengan baik sehingga penguasaan konsep dapat meningkat signifikan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2008. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Gulo, W. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Grasindo.

Nagara, F.S. 2008. Pengaruh Pemberian Umpan Balik Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI di Jurusan Teknik Elektronika SMK Negeri 2 Bengkulu Tahun Ajaran 2008/ 2009. Skripsi. Padang: Universitas Negeri Padang.

Romli, M. 2011. Pengaruh Feedback Terhadap Penguasaan Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (Kuasi eksperimen pada Siswa Kelas XI IPA SMA N 1 Natar Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2010/2011). Skripsi. Bandarlampung: Universitas Lampung.

Suke, Silverius. 1991. Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik. Jakarta: Grasindo.


Sumber: Jurnal Pembelajaran Fisika, Univesitas Lampung.


Regards,


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar